Duta Publik

7 Hari Jelang Pemilu, Panwaslu Tegalwaru Siap Tingkatkan Kualitas Pengawasan

37

dutapublik.com, PURWAKARTA – Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Tegalwaru Bubun Solihin, SP, meminta jajaran Pengawas di Tegalwaru untuk meningkatkan kualitas pengawasan terhadap proses Kampanye dan Distribusi Logistik Pemilu 2024, menjelang berakhirnya masa kampanye pada 10 Februari 2024 dan dimulainya masa tenang.

“Masa kampanye yang tinggal sebentar lagi, maka Panwaslu Kecamatan Tegalwaru akan meningkatkan kualitas pengawasan kampanye di wilayah Kecamatan Tegalwaru dan pelaksanaan distribusi logistik yang berada dalam waktu yang bersamaan,” kata Bubun Solihin, SP dalam kegiatan press release di Kantor Panwaslu Tegalwaru, Selasa (6/2/2024)¬†

Koordinator Divisi SDM dan Organisasi tersebut memandang bahwa sisa hari dalam tahapan kampanye ini masih memiliki potensi tinggi terjadinya pelanggaran.

Sementara itu Husen Dendi selaku Kordiv Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa mengatakan bahwa Panwaslu Kecamatan Tegalwaru dan jajaran akan mempersiapkan langkah-langkah dan pemetaan permasalahan di wilayah masing-masing yang mungkin terjadi dalam masa tenang atau setelah masa kampanye.

“Lakukan koordinasi dengan stakeholder (pemangku kepentingan) terkait dengan pembersihan alat peraga kampanye (APK) yang masih terpasang di masa tenang. Pastikan APK semua harus sudah tertib tanggal 10 tengah malam di pergantian hari,” ujar Husen menegaskan.

Selain tahap pengawasan Masa Kampanye saat ini juga beririsan dengan pendistribusian Logistik Pemilu tahun 2024, Deden Abduloh selaku kordiv Pencegahan dan Hukum menjelaskan bahwa saat ini pihaknya akan melakukan pengawasan dengan metode 531, H-5 distribusi dari KPU Ke PPK, H-3 distribusi dari PPK ke PPS dan H-1 dari PPS ke TPS dan memastikan Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Jenis, Tepat sasaran, Tepat jenis sesuai dengan PKPU.

Oleh karena itu, ia dan jajarannya akan memetakan jalur distribusi Logistik ke daerah-daerah apalagi saat ini sedang dalam musim penghujan dan jalur mana saja yang dianggap rawan dalam pendistribusian baik jarak maupun rawan secara geografis.

“Kerja-kerja pengawasan logistik harus dipersiapakan sebaik mungkin, mengingat cuaca masuk musim penghujan dan beberapa desa yang mempunyai letak geografis yang jauh dan berada di pegunungan hingga di pinggir Sungai Citarum,” ujar Deden.(Asep Coklat)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!