dutapublik.com, TANGGAMUS – Semakin terkuaknya peraturan sepihak yang dilakukan oleh Viendra Sari selaku Kepala Pekon Antar Brak Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus, mendapat kecaman keras warga setempat, berawal dari penghapusan BLT DD hingga penjaringan Perangkat Pekon yang tidak memenuhi syarat.
Salah satunya dari mantan Aparatur Pekon yang enggan disebutkan namanya saat dimintai keterangan oleh media di kediamannya, pada Jumat (19/11).
Menurut mantan Perangkat Pekon itu, memang penjaringan Perangkat Pekon itu ada dan juga yang mendaftar cukup banyak.
“Dalam penjaringan itu sendiri ada batasan maksimal dan minimal usianya itu sudah ada aturannya. Tapi semua itu tidak berlaku bagi Viendra Sari sebagi Kepala Pekon yang lebih akrab dipanggil Vivin oleh warga Antar Brak,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan, sementara untuk menjadi Perangkat Pekon ada syarat yang harus dipenuhi seperti Ijazah, harus punya Ijazah SMA sederajat.
Menurutnya, pada waktu penjaringan itu banyak yang daftar dan memenuhi syarat bahkan ada juga pendaftar itu ada yang sarjana bukan SMA lagi.
“Kalau saya menilai penjaringan itu sih hanya formalitas aja. Kenapa saya bilang formalitas, karena pendaftar itu banyak yang memenuhi syarat tapi apa yang terjadi, semua yang berijazah SMA dan Sarjana malah gak lolos. Justru yang pada lolos itu yang punya Ijazah SD dan SMP bahkan ada yang gak punya Ijazah,” sebutnya.
Di tempat terpisah, warga setempat berinisial KR, juga membenarkan hal yang sama, bahkan dirinya berharap Kepala Pekon Viendra Sari diproses secara Hukum.
Menurut KR, peraturan yang dibuat Kepala Pekon sudah melampaui batas.
“Bahkan pernah Viendra itu mengatakan di Masjid pas ada acara pengajian yang dihadiri Jamaah banyak ada ratusan orang, seorang pemimpin yang bicaranya semau dia dan saya bilang sangat gak etis.”
Lanjutnya, secara pribadi dirinya sangat kecewa, mungkin warga yang lain pun sama karena dalam acara pengajian, Viendra bicaranya dianggap ngawur.
“Iya kenapa saya bilang ngawur, omongannya seorang Kepala Pekon ngomong begini kata Viendra kalau warga Antar Brak tidak terima dengan kepemimpinan saya silahkan pergi atau angkat kaki dari Pekon Antar Brak,” tutupnya, menirukan perkataan Viendra Sari. (Sarip)





