Duta Publik

DPD GMNI Jabar Mengutuk Keras Tindakan Teror Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

321

dutapublik.com – PANGANDARAN Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI Jabar) melalui Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga, Arif Hanbal mengutuk peristiwa pengeboman yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Terkait dengan kejadian aksi terorisme di pintu masuk Gereja Katedral Makassar hari ini, saya mengutuk keras aksi terorisme tersebut,” kata Arif Hanbal di Komplek Wisata Pamugaran, Pangandaran, Minggu (28/3).

Ledakan bom terjadi sekitar pukul 10.30 WITA di gerbang masuk Gereja Katedral Makassar, Kota Makassar, Sulsel.

“Atas nama DPD GMNI Jabar kami mengutuk keras tindakan teror yang terjadi¬†di depan Gereja Katedral Makassar, saat umat sedang merayakan Minggu palma sebagai bagian dari pekan suci paskah Umat Kristiani,” tegas Arif usai menghadiri giat Dies Natalis GMNI ke 67 yang diselenggarakan oleh DPC GMNI Kota Banjar.

Ditegaskan juga oleh Arif Hanbal bahwa DPD GMNI Jabar mendesak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Panglima Kodam (Pangdam), Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Panglima TNI beserta seluruh stakehorder untuk segera mengusut tuntas kejadian tersebut. Ia menilai kejadian tersebut telah melukai rasa nasionalisme.

“Oleh karena itu kami mendesak kepada aparat dan stakehorder terkait untuk mengusut tuntas kejadian tersebut siapa pun dalangnya dan meningkatkan keamanan baik di Kota Makassar maupun diseluruh indonesia, terlebih khusus kami meminta ada pengamanan ekstra di masa paskah ini,” ujarnya

Arif juga meminta seluruh komponen keamanan untuk melakukan pengamanan di seluruh gereja untuk memastikan umat kristiani bisa merayakan paskah dengan khidmat.

Ia juga menegaskan bahwa tindakan bom bunuh diri merupakan tidakan terorisme dengan tujuan menciptakan ketakutan dan ketidak nyamanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dirinya berharap rakyat indonesia tidak terprovokasi oleh kejadian ini dan tidak terulang kembali.

“Negara juga harus benar- benar menjamin keamanan atas keberlangsungan umat beragama di bumi pertiwi,” pungkasnya. (sanusi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *