Duta Publik

Ketua LSM GMBI Tanggamus Amroni Sebut Pengaspalan Jalan Hotmix Ruas Pekon Kuripan Hingga Pekon Badak Asal-Asalan Dan Tidak Bermutu

120

dutapublik.com, TANGGAMUS – Pengaspalan Hotmix jalan Provinsi, di ruas jalan Pekon Kuripan dan Pekon Badak Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus Lampung yang menelan anggaran hingga milyaran rupiah mendapat sorotan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Tanggamus.

Pasalnya jalan Hotmix tersebut baru seumur jagung dibangun namun sudah muncul titik titik keretakan baik di sisi jalan maupun di tengah badan jalan tersebut, walaupun sebelumnya telah diberitakan, namun hingga kini belum ada tanda-tanda akan dilakukan perbaikan.

Ketua LSM GMBI Distrik Kabupaten Tanggamus, saat melintasi ruas jalan antara Pekon Kuripan dan Pekon Badak menemukan beberapa titik keretakan di badan jalan yang baru dilakukan pengaspalan.

Menurut Amroni CV pemenang tender proyek pengaspalan Jalan Provinsi tersebut harus bertanggung jawab, apalagi berdasarkan informasi warga setempat proyek tersebut pada saat pengerjaan tidak terpasang papan informasi di lokasi proyek, dengan tidak terpasangnya papan informasi saja pihak rekanan atau CV itu sudah menyalahi aturan dan ditambah lagi dengan adanya keretakan di beberapa titik ruas jalan, sedangkan proyek tersebut menghabiskan anggaran milyaran rupiah.

“Saya sendiri merasa heran dengan pembangunan jalan, entah itu menggunakan anggaran Kabupaten, Provinsi maupun anggaran Pemerintah Pusat semua rata rata cuma menghitung minggu, jalan yang dibangun sudah nampak di depan mata tanda tanda kerusakan, ini yang terjadi selama di Kecamatan Limau yang posisinya jauh dari pusat keramaian,” ujar Amroni, Sabtu (27/1/2024).

“Dalam hal seperti ini saya selaku Ketua GMBI Distrik Tanggamus menduga pekerjaan Hotmix yang berada di Pekon Kuripan dan Pekon Badak Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus dikerjakan asal-asalan tanpa memikirkan kualitas dan patut diduga pemborong hanya memikirkan untung besar, masalah kualitas itu urusan belakangan.”

“Memang saya tau sebelum nya proyek pengaspalan jalan di Pekon Kuripan sampai Pekon Badak ini pernah diberitakan, tapi anehnya sampai hari ini aspal yang retak dan mengelupas itu masih nampak jelas hanya diberi tanda garis putih, ditambah lagi pada saat saya melintas tadi ada lagi beberapa titik yang kami temukan keretakan di badan jalan, yang belum genap sebulan dibangun,” sambungnya.

Lanjut Amroni, sejatinya setiap pembangunan yang menggunankan uang negara harus transparan, agar masyarakat tahu dan tidak menimbulkan pemikiran negatif, tapi hal seperti ini sudah tidak mengherankan lagi, karena selama ini walaupun kontraktor tidak memasang papan informasi mereka nyaman-nyaman saja, terkesan ada pembiaran dari pihak terkait, apa lagi ditambah pemborongnya orang yang dianggap punya power.

“Jadi pada intinya pengaspalan jalan Provinsi yang tepatnya di ruas jalan Pekon Kuripan dan Pekon Badak Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus, sesuai apa yang disampaikan masyarakat setempat pada kami itu patut diduga pada saat pengerjaan proyek jalan Hotmix tidak terpasang papan informasi, selain menyalahi aturan dan itu diduga proyek siluman. Aspal Hot mix semestinya kualitasnya bagus akan tetapi baru menghitung minggu sudah ada beberapa titik keretakan, artinya proses pengerjaan diduga asal-asalan dan atas nama Ketua LSM GMBI Distrik Tanggamus meminta pada Dinas PU Provinsi Lampung, segera turun melakukan kroscek lapangan,” tegasnya.

“Yang jelas pada intinya setiap pengerjaan proyek yang baru selesai dibangun tapi sudah ada tanda-tanda kerusakan, artinya pembangunan tersebut tidak bermutu atau tak berkualitas, kalau memang pembagunan itu bagus dan sesuai standar dalam satu tahun belum tentu ada titik keretakan, yang pasti aspal hotmix di Kecamatan Limau ini tidak bermutu,” pungkasnya. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!