Duta Publik

Antisipasi Bencana, Kapolsek Kedungtuban Pantau Penyebrangan Tradisional Bengawan Solo

600

dutapublik.com – BLORA Untuk antisipasi bencana alam banjir dan tanah longsor di daerah aliran sungai Bengawan Solo di wilayah kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora, Polres Blora Polda Jawa Tengah melalui Polsek Kedungtuban melakukan patroli, pada Minggu (14/3).

Salah satu sasaran Patroli adalah lokasi penyebrangan tradisional Kiringan di wilayah Desa Jimbung Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora Jawa Timur. Jalur penyebrangan tradisional Kiringan ini sendiri adalah jalur alternatif penghubung antara Desa Jimbung dengan Dukuh Kiringan Desa Mojorejo Kecamatan Ngraho.

Jalur ini menjadi alternatif pilihan bagi warga Kecamatan Kedungtuban terutama warga desa Jimbung dan sekitarnya untuk menuju ke wilayah Desa Mojorejo Ngraho Bojonegoro. Karena jika melalui jalur darat lebih lama dan memakan biaya lebih mahal.

Meskipun sudah ada jembatan baru penghubung Jateng – Jatim di wilayah kecamatan Kradenan, jalur penyebrangan tradisional Kiringan masih beroperasi dan masih dimanfaatkan oleh warga.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama, S.I.K., melalui Kapolsek Kedungtuban AKP Sujiharno, menyampaikan bahwa patroli sengaja menyasar lokasi penyebrangan tradisional tersebut, selain untuk antisipasi gangguan Kamtibmas, petugas juga menyampaikan imbauan keselamatan agar juru mudi kapal tradisional berhati-hati dalam beraktifitas saat menyebrangkan warga.

“Kita imbau agar selalu hati-hati dan memperhatikan kapasitas penumpang, jangan terlalu dipaksakan karena bisa membahayakan keselamatan,” ucapnya.

Sujiharno menambahkan, jika posisi hujan deras dan debit air Bengawan Solo meningkat, agar pemberangkatan kapal ditunda atau dihentikan sementara, karena jika terjadi banjir besar akan berbahaya.

Salah satu warga desa Jimbung yang melintas mengaku lebih aman dengan kehadiran petugas kepolisian di lokasi penyebrangan.

“Tentunya masyarakat merasa lebih tenang dengan kehadiran petugas. Apalagi di musim hujan seperti ini, harapannya tidak terjadi bencana,” kata Marno. (ysn)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *