Duta Publik

Pengamanan Aksi Ruang Rakyat Di CPP Pertamina Blora

264

dutapublik.com – BLORA Pengamanan aksi ruang rakyat semua adalah warga (ruwatan Bumi Blora), yang tergabung dalam kelompok Sentani (Sedulur Relawan Tani) di depan CPP Pertamina EP Aset 4 Cepu area Gundih Desa Sumber Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora. Apel bersama dipimpin oleh Kabag Ops Polres Blora Kompol SUPRIYO, S.Sos., M.Si., pada Senin (22/3).

Adapun Personel yang mengikut Apel bersama, diantaranya : Danramil Kradenan bersama 14 Personel, Koramil Kedungtuban 3 Personel, Koramil Randublatung 3 Personel, Kapolsek Kradenan bersama 14 Personel, Polsek Randublatung 5 Personel, Polsek Kedungtuban 5 Personel, Kasat Sabhara Polres Blora bersama: 12 Personel, Kasat Intelkam Polres Blora bersama 8 Personel, Sat Lantas Polres Blora 5 Personel, Sat Reskrim Polres Blora 11 Personel, SiPropam Polres Blora 2 Personel dan Camat Kradenan bersama Sat Pol PP Kecamatan Kradenan 5 Personel. Jumlah peserta Apel bersama sebanyak 87 Personel.

Sebelum pelaksanaan pengamanan, telah dilaksanakan Apel yang di pimpin oleh Kabag Ops Polres Blora. Yang menyampaikan beberapa himbauan.

“Dasar surat pemberitahuan dengan kuat massa sekitar 35 orang, tetapi jangan dianggap remeh. Karena lokasi merupakan PPGJ (Proyek nasional). Kalau bisa, dihimbau pada saat aksi jangan masuk di lokasi, bila bisa di sarankan di sebelah Utara atau di lapangan tempat Apel.”

“Padal dibagi dua kelompok, yaitu sebelah Selatan dan Utara, sehingga arus lalu lintas berjalan lancar. Dalmas posisi di jalan masuk, bersama polsek Kradenan, sedangkan Polsek Kedungtuban dan Randublatung posisi menyesuaikan di sebelah Utara dan Selatan.”

“TNI dan Satpol PP menyesuaikan melihat situasi. Langkah yang diambil dalam pengamanan secara persuasip, dan hindari tindakan mengarah kekerasan. Kecuali ada mengerucut kekerasan atau membahayakan, menunggu perintah komando.”

Lokasi PPGJ dalam pelaksanaan Orasi harus bersih, sehingga tidak mengganggu aktifitas,” tuturnya.

Bahwa massa aksi Orasi ruang rakyat dimulai pukul 09.00 Wib. Sebagai Korlap Exi Agus Wijayanto, dengan tema Bumi dan Air dan Kekayaan Alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran Rakyat.

Perlengkapan yang digunakan adalah Spanduk, Banner, jajanan pasar dan memedi sawah. Aksi Orasi yang diwakili Exi Agus Wijayanto bersama sedulur relawan tani dalam aksinya, menyuarakan :
1. Pertanian (Pupuk sesuai HET, Kartu Tani, RDKK, Harga Gabah Murah,
2. Tanggungjawab Sosial Perusahaan. CSR,
3. Infrastruktur Jalan Peting-Menden,
4. Dana bagi hasil Eksploitasi Pertamina EP Aset 4 Cepu area Gundih Desa Sumber, Kepada Pemda Blora sebagai PAD,
5. Perda konten lokal,
6. Tanggungjawab Perusahaan atas Jargas Wil. Desa Mojorembun sampai sekarang belum beroperasi,
7. Kesempatan kerja bagi tenaga lokal,
8. Membangun kesadaran masa atas pengolaan SDA, tujuan utamanya adalah kemakmuran rakyat.

Adapun masa yang melakukan aksi ruang rakyat yang tergabung dalam kelompok sentani berjumlah 30 orang, yang berasal dari Desa Sumber, Desa Mojorembun, Desa Bapangan Kecamatan Kradenan, Desa Sumberejo, Desa Kutukan Kelurahan Randublatung Kecamatan Randublatung.

Peserta Orasi dari perwakilan-perwakilan massa dan Tokoh-tokoh yang berpengaruh diantaranya Komisi C Kabupaten Blora Warsid, menyampaikan beberapa point.

“CSR blm ada realisasi, bahwa pertamina belum membayar pajak air tanah selama 15 th, pertamina belum memperhatikan petani, lelang pembuangan limbah dilelang orang lain, pembangunan gedung menyebabkan banjir, gunakan hak-hak anda sebaik baiknya, bersama- bersama audensi ke DPRD untuk kesepakatan bersama.”

Pembangunan jalan dilingkungan Desa Sumber tidak mau tau, pekerja kasar tidak orang lokal, lelang pekerja di jakarta, ke DPRD jangan banyak-banyak, perwakilan saja, hasil produksi pertamina tidak sampai ke tangan masyarakat,” ucapnya.

Sukarti sumberjo, menyampaikan orasi dalam beberapa hal.

“Pekerja kasar/kuli dari luar daerah sedangkan warga lokal tidak pernah mendapat pekerjaan tersebut. Kami para petani menuntut perusahaan-perusahaan besar yang ada di Desa Sumber untuk dapat mensejahterakan petani,” tuturnya.

Lanjut Eksan, peserta aksi asal Desa Kutukan, ikut menyampaikan juga beberapa usulan.

“Memberikan orasi dengan mengajak para peserta aksi untuk selalu memperjuangkan hak-hak para rakyat kepada pihak pertamina.Pada dasarnya, orasi dilaksanakan kelompok Sentani, bertujuan untuk kepentingan warga masyarakat sekitar Desa Sumber Kecamatan Kradenan,” ujarnya.

Peserta aksi Mohamat jamal (Moncos), menuturkan beberapa hal.

“Seruan-seruan yang menjelekan pihak Pertamina, dengan dalih untuk meningkatkan kesejahteraan bersama warga sekitar Desa Sumber dan tetangga desa,” tuturnya.

Sementara itu. Kades Sumber, menambahkan beberapa hal juga.

“Mempersilahkan warga untuk melakukan aksi dengan cara damai dan tertib. Orasi tetsebut bisa lebih diperhatikan dan segera dilakukan langkah selanjutnya sesuai dengan harapan para orator,” pungkasnya.

Selesai melakukan orasi, massa melakukan ritual ruwatan jalan, dengan melakukan kendurinan di separuh bahu jalan umum depan Sumur RBT-I. (ysn)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *