Duta Publik

Resahkan Masyarakat, Kelompok Berandal Bermotor Diamankan Polres Cirebon Kota

408

dutapublik.com – CIREBON

Aksi brutal kelompok berandalan bermotor yang beberapa hari lalu sempat viral videonya di media sosial menjadi perhatian khusus Kapolres Cirebon Kota. Untuk itu pihak kepolisian segera melaksanakan upaya penyelidikan dan penindakan terkait dengan dugaan tindak pidana yang sudah terjadi.

“Tidak ada ruang dan tempat bagi berandalan bermotor di wilayah hukum Polres Cirebon Kota. Apalagi pada saat ini ada korban yang mengalami luka-luka atas nama HK bin FL (29) warga Kel/Kec. Lemahwungkuk Cirebon Kota,”
tegas Kapolres Cirebon Kota AKBP Imron Ermawan pada saat memimpin jalannya Konferensi Pers di Mako Polres Cirebon kota Polda Jabar, Selasa 2 Maret 2021.

Menurut Kapolres, kejadian ini bermula pada hari Minggu tanggal 28 Februari 2021 sekitar jam 14.00 WIB di depan gedung BAT Kelurahan lemahwungkuk Cirebon Kota. Saat itu pihak Polres Cirebon Kota berhasil mengamankan yang diduga anggota berandalan bermotor GBR atas nama H alias HS (21) warga Kec. Gunungjati Kab. Cirebon. HS sendiri berperan menendang sebanyak 1 kali dengan menggunakan kaki kanan mengenai pinggul kanan korban dengan barang bukti 1 buah kaos lengan panjang warna hitam bertuliskan grab on road Cirebon distrik.

Tersangka lain inisial ME (18) warga Jepara Kidul Kab. Cirebon. Peran ME yaitu menendang sebanyak 1 kali dengan menggunakan kaki kiri dan mengenai pantat korban saat posisi korban telungkup. Adapun barang bukti yang diamankan dari tersangka ME adalah 1 buah kemeja lengan pendek warna hitam bertuliskan GBR dan 1 buah bendera GBR warna hitam merah kuning.

Kapolres menjelaskan bahwa tersangka lain inisial HS (19) warga Kec. Mundu Kabupaten Cirebon. Tersangka memukul sebanyak 2 kali menggunakan tangan sebelah kanan dan mengenai kepala bagian belakang korban. Lalu tersangka menendang sebanyak 1 kali menggunakan kaki sebelah kanan, mengenai pantat korban.

“Adapun barang bukti berupa 1 buah jaket GBR warna merah kuning hitam helm warna biru dan celana panjang warna hitam serta satu unit kendaraan Honda Genio warna hitam diamankan dari tersangka,” ujarnya.

Lalu tersangka berikutnya berinisial LV (22) warga Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon yang berperan menendang sebanyak 1 kali menggunakan kaki kanan mengenai betis saat posisi korban telungkup dengan barang bukti 1 buah kaos panjang warna hitam bertuliskan grab on road Cirebon district, 1 buah celana jeans warna biru dan 1 buah helm warna abu-abu dan satu unit kendaraan CBR150 warna hitam.

Dalam konpres dijelaskan bahwasannya pada hari Minggu tanggal 28 Februari 2021 sebelum acara konvoi kelompok berandalan bermotor GBR melakukan baksos di desa Jatimulya berupa pemberian santunan anak yatim dan pemberian sembako dalam rangka merayakan anniversary ke-3 tahun.

Setelah acara selesai kemudian kelompok berandalan bermotor GBR tersebut menuju Desa Wanakaya dengan tujuan mengumpulkan semua anggota dari berbagai wilayah se Kabupaten Cirebon.

“Setelah kumpul semua anggota berandalan bermotor GBR se Kabupaten Cirebon dengan jumlah sekitar 200 orang barulah melakukan konvoi menuju arah kucuk -Jalan samadikun -Jalan Benteng lewat WA pas di depan Gedung BAT Cirebon kelompok berandalan bermotor GBR melihat ada seseorang yang merekam konvoi tersebut, kemudian spontan para tersangka langsung melakukan pengeroyokan, seketika pelapor melerai malah pelapor menjadi korban pengeroyokan oleh kelompok berandalan bermotor GBR tersebut,” jelasnya.

Setelah selesai menganiaya korban, kelompok berandalan bermotor GBR melanjutkan kembali konvoi dengan arah Jalan pasuketan – Pasar Balong lawanggada- Kesambi depan RSUD Gunung Jati -Jalan Pemuda masuk ke Komplek Stadion Bima keluar ke arah Kedawung karena hujan hujan mereka bubar pulang masing-masing.

Saat ini kata Kapolres, para tersangka sudah dilakukan penahanan sejak tanggal 1 Maret 2021 dengan dijerat pasal 170 KUHP paling lama 7 tahun penjara dan Pasal 351 KUHP paling lama 5 tahun penjara. (udadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!