Duta Publik

Tradisi Korp Sangkur Pora, Ciri Khas Pernikahan Ala Militer

745

dutapublik.com – BLORA

Prosesi pernikahan ala militer selalu disertai dengan tradisi Korp Sangkur Pora. Kali ini prosesi pernikahan tersebut dipraktekan dalam acara pernikahan anggota Koramil 09/Randublatung Kodim 0721/Blora Kopda Didik Purwanto dengan Darminingsih di Desa Perantaan Kec. Bogorejo Kab. Blora, Jateng, belum lama ini.

Melepas masa lajang merupakan suatu kebahagiaan bagi kedua mempelai, baik laki-laki maupun perempuan. Namun sepertinya lebih bahagia lagi sang mempelai laki-laki merupakan prajurit TNI, karena prosesi pernikahan prajurit TNI diwarnai upacara Sangkur Pora.

Seperti pada prosesi pernikahan anggota Koramil 09/Randublatung Kodim 0721/Blora Kopda Didik Purwanto dengan Darminingsih AMd. Farm, usai melakukan ijab kabul, dilanjutkan dengan upacara militer Sangkur Pora, yang sudah menjadi tradisi pada prosesi pernikahan anggota TNI.

Kopda Didik Purwanto merupakan putra dari pasangan Umar Sali (Alm) dan Sarmi sedangkan Darminingsih AMd. Farm dari Daryono dan Samsu.

Pagi hari pukul 07.00 WIB sang penghulu memimpin upacara ijab kabul pernikahan Didik dan Darminingsih disaksikan tiga orang saksi secara tertulis di rumah Daryono, desa Perantaan Kec. Bogorejo Kab. Blora, Jateng.

Setelah keduanya sah menjadi pasangan suami istri kemudian dilanjutkan upacara adat Jawa yang diawali menginjak telor dan dibasuh oleh mempelai wanita.

Seusai upacara adat dilanjutkan tradisi Korp Sangkur Pora yang dilaksanakan oleh anggota Yonif 410/Alugoro dengan mengenakan baju PDL NKRI, shall, sarung tangan hijau, dan bermasker Alugoro.

Peserta tradisi Korp Sangkur Pora antara lain Kopda Edi Suramto (narasi), Kopda Murdiyono (operator), Kopda Angga Budi Puspito, Kopda M. Makruf, Kopda Ali Irfan, Kpd Mustofa, Kopda Sari mulyo, Kopda Panji Prasetyo, Kopda Sutrisno, Kopda Lily Bagus purnomo, Kopda Tafichu Rochman, Kopda Mulyamah Fitriadi, Kopda Dian Ristanto, Kopda Aries Jatmiko (Baki), Kopda Gustian arif (Dokumentasi), Kopda Nur Khin (Setting jalan), Praka Amri raditama (setting tempat). Kegiatan Sangkur Pora tersebut adalah suatu tradisi yang menjadi kebanggaan prajurit TNI.

Di tempat resepsi kedua mempelai akan turun dan disambut untuk kemudian diarak menuju tempat laporan Komandan Tim Sangkur Pora.

Posisi sangkur terhunus melambangkan bahwa, dengan bersikap dan berjiwa ksatria, kedua mempelai akan selalu siap untuk mengatasi segala rintangan hidup, yang akan menghalangi dan akan menghambat perjalanan bahtera kehidupan mereka. (yasin)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!