dutapublik.com, DELI SERDANG ‘ Para pedagang Pasar Gambir Tembung , Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang gelar Aksi Massa dengan bakar ban sebagai betuk penolakan pemagaran Pasar Gambir, asap hitam mengepul di sudut jalan masuk Pasar 8 ,Kamis (14/12/2023)
Tampak dilokasi ada truk angkut bahan material yang ditolak para pedagang memasuki areal pasar, dengan cara membakar ban bekas untuk menghalangi truk yang menurunkan bahan material.
Salah seorang pedagang Budiman Sitohang mengatakan,”Para pedagang pasar seperti penjual ikan, buah-buahan dan sayur mayur yang berjualan di bahu badan jalan Pasar 8 selama ini sangat mengharapkan penataan lalu lintasnya dapat ditata dengan baik bukannya digusur atau ditutup,”ujarnya.
“Jika kami para pedagang tidak bisa berjualan, kami mau makan apa dan dimana peranan pemerintah untuk melindungi kami para pedagang, kami tak pernah menolak pembangunan di negara ini”
Semberautnya lalu lintas sepanjang Jalan Pasar 8 Tembung tidak semata mata diakibatkan para pedagang pasar tapi ini akibat sistem kelola lalu lintas yang kami anggap pengaturannya belum tepat ,tambahnya.
Menurut pihak pengacara yang mewakili para pedagang Saut Turnip SH dan rekan lainnya menyampaikan, kami telah memperoleh informasi dari pedagang, bahwasanya mereka tetap mendukung program pemerintah bersifat menata lokasi untuk peningkatan kesejahteraan mereka, sebaliknya apabila mereka terancam untuk mencari nafkah akan melakukan penolakan,” ucapnya
Menurut Saut Turnip SH, para perdagang butuh makan dan memenuhi kebutuhan hidupnya, terjadinya penolakan ini akibat pemahaman para pedagang, tindakan tidak pro rakyat ,” ujarnya.
Lanjutnya ,para pihak pedagang siap duduk bersama mencari solusi yang terbaik.
Pantauan di lapangan , aksi bakar ban ini pun berakhir dengan sendirinya, juga terlihat beberapa
pihak aparat kepolisian dari Polsek Percut Sei Tuan, turut berjaga jaga menjaga keamanan dan ketertiban agar para penguna jalan yang melintas tidak terhalang serta agar tidak adanya timbulnya tindakan anarkhis, aksi tidak berlangsung lama, para pedagang pun membubarkan diri usai api padam sendiri.D|Med-24. (Red)


