TNI Polri Fokus Menjaga Keamanan Pemilu, DPP PW FAST RESPON: Siapapun Orangnya Jangan Membangun Opini Tidak Benar

320

dutapublik.com, JAKARTA – Pernyataan tegas Sekjen DPP Fast Respon Dian Surahman dalam konprensi pers disampaikan di depan para awak media dan membuat pernyataan sikap terhadap pernyataan Megawati Soekarnoputri  yang dinilai terkesan menyudutkan dengan narasi yang tidak benar dengan menyebutkan aparat TNI-Polri tidak netral di Pemilu 2024,

“Kalau menurut saya apa yang disampaikan Ibu Megawati itu tidak benar adanya karena apa yang disampaikannya tidak dibarengi dengan data. Semua masyarakat melihat dan menyaksikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sedang fokus mengawal dan mengamankan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 untuk terciptanya proses pemilihan yang damai dan aman,” ujar Dian Surahman, Selasa (6/2/2024).

“Kini TNI dan Polri terlihat sangat bertekad memastikan terciptanya keberlangsungan pemilu yang sejuk tanpa gangguan dan ancaman serta siap mengatasi segala potensi gangguan keamanan.”

Dian Surahman mengatakan apa yang disampaikan oleh Megawati Soekarnoputri ihwal tuduhan aparat TNI-Polri tidak netral di Pemilu 2024 adalah peryataan atau kabar yang tidak dapat dibenarkan, karena tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan dengan data dan alat bukti. “Sejauh ini juga kami tidak melihat dan tidak pernah mendengar TNI dan Polri tidak netral,” ujarnya.

Terkait pernyataan Megawati Soekarnoputri tersebut patut diduga dan dicurigai bermuatan politis karena terlihat adanya dugaan yang terkesan mencoba menimbulkan reaksi dari masyarakat karena disampaikan di hadapan banyak orang/publik, Megawati Soekarnoputri sangat tidak etis menyampaikan narasi provokatif apalagi kebenaranya tidak terbukti.

“Seharusnya beliau menunjukkan sikap dan menyampaikan narasi yang membangun semangat TNI dan Polri yang saat ini sedang sibuk menjaga keamanan pemilu 2024. Sekali lagi saya sampaikan ini isu yang disampaikan terkait TNI dan Polri tidak netral itu seperti kotak kosong yang di dalamnya tidak ditemukan apa apa dan ketika dibuka tidak ada isi di dalamnya.”

“Dengan dasar itulah kami melakukan pernyataan sikap, oleh dari itu juga kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak percaya pada opini dan narasi yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya,” pungkasnya. (Uya)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *