Hadiri World Water Forum Ke-10 Menparekraf Sandiaga Sampaikan Konsep Public Private Partnership

227

dutapublik.com, JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bercerita tentang pengalamannya mengelola air bersih di Jakarta ketika menjawab sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2018.

Menurut Sandiaga, meski hanya singkat mengelola pemerintahan di Jakarta, tapi dirinya punya pengalaman keliling melihat ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

“Saya menemukan perbedaan ongkos antara air untuk keluarga di Jakarta Selatan dan Jakarta utara yang berbeda luar biasa,” kata Sandiaga dalam konferensi pers World Water Forum Ke-10 di Bali, Senin, 20 Mei 2024.

Menparekraf Sandiaga menyebutkan untuk warga menengah ke bawah di Jakarta Utara harus membayar air bersih lebih mahal. “Ia menyebutkan masyarakat di Jakarta Utara kesulitan untuk mendapat akses air bersih secara langsung.”

Untuk masyarakat menengah ke bawah pada lapisan ekonomi harus membayar air bersih lebih mahal karena tidak mendapat akses terhadap air bersih.

“Jadi waktu itu DKI sudah menerapkan semacam privatisasi,” ucapnya.
Meski harus mundur dari jabatan wakil gubernur karena maju sebagai wakil presiden di Pemilu 2019,

Sandiaga menyebutkan telah mencoba menerapkan konsep public private partnership sebagai solusi keadilan dalam pengelolaan air bersih.

“Itu adalah konsep terbaik, di mana kita juga bisa menambah satu “P” lagi yakni people. Jadi manusia itu harus ada. Jadi masyarakat itu harus ada di konsep ini. Itu yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ucapnya. (Effendy/tim)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *