dutapublik.com, BEKASI – Beberapa Relawan Prabowo dan Pemerhati Pekerja Migran Indonesia atau PMI melaksanakan silaturahmi dan diskusi pada hari Selasa 15 Oktober 2024 bertempat di komplek Ruko Kali Mas Margahayu Bekasi Timur yang dimulai pukul 17.00 hingga 21.00 waktu setempat.
Dari beberapa materi yang dibahas pada forum tersebut, ada hal yang membuat sangat prihatin terkait banyaknya korban WNI atau para PMI yang hingga kini belum mendapatkan keadilan.
Pemerhati PMI sdr. Uya dan Tim menyoroti betapa kurangnya tindakan Pemerintah terkait penanganan PMI baik yang resmi maupun banyak terjadinya pengiriman PMI non prosedural.
Salah seorang Purnawirawan TNI bernama Eko berharap agar sistem pada BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) seharusnya diadakan perubahan dan perbaikan guna terlaksananya penanganan perlindungan PMI secara tepat sasaran.
Lebih lanjut Eko berharap bahwa demi tercapainya perlindungan PMI secara menyeluruh tentunya insan BP2MI agar benar benar melaksanakan tugas sesuai program secara garis Komando dari atas, jika hal ini dilakukan maka dipastikan tidak akan terjadi kesewenang wenangan terhadap WNI.
Sementara salah seorang peserta diskusi, Sdr Wisnu berharap agar Imigrasi, BP2MI dan APH serta pihak terkait lainnya bisa amanah dalam melaksanakan tugas juga Masyarakat yang mau dan mampu menjadi pemimpin dan pejuang yang tangguh di instansi dimaksud maka dipastikan tidak akan ada lagi PMI yang tertindas.
Ditambahkan lagi salah satu aktifis yang enggan disebutkan namanya mengkritisi dari pada tupoksi BP2MI dan menyayangkan ketika melaksanakan investigasi terkait pencegahan tersebut diduga turut serta membantu proses pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia tersebut.
“Karena garis terakhir itu adanya di BP2MI dan Imigrasi yang stay di bandara itu. Kalau mreka mentaati peraturan dan melakukan tugasnya dengan baik saya yakin segala bentuk pencegahan tidak akan bertambah korban korban PMI yang unprosedural di negara Tempatan. Terus bagaimana pemerintahan menyikapinya,” pungkasnya. (Tim)





