Giat Dede Farhan Aulawi Di Colombo: Menjelajah Ibukota Sri Lanka Sebelum Pulang Ke Tanah Air

540

dutapublik.com, COLOMBO – Sebelum kembali ke Indonesia, Dede Farhan Aulawi terlebih dahulu singgah di Colombo, ibu kota Sri Lanka, untuk melakukan pertemuan dengan beberapa kolega di bidang pertahanan dan keamanan. Perjalanan udara dari Dhaka, Bangladesh, ke Colombo memakan waktu sekitar 3 jam 20 menit.

Setibanya di Bandara Internasional Bandaranaike (CMB), Dede langsung merasakan perbedaan atmosfer kota Colombo dibandingkan dengan Dhaka. Kota ini relatif lebih bersih meskipun tetap berdebu karena suhu udaranya yang panas, bahkan lebih tinggi dari Jakarta. Hal menarik lainnya adalah kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, di mana pengendara selalu memberi kesempatan bagi pejalan kaki untuk menyeberang di zebra cross.

Selama berada di Colombo, Dede mengeksplorasi berbagai sudut kota dengan berjalan kaki, termasuk mengunjungi pasar tradisional Tangalia Market, yang menawarkan suasana khas Sri Lanka dengan aneka sayur dan buah yang tak jauh berbeda dari yang ada di Indonesia. Selain itu, ia juga mencicipi Lamprais, makanan khas Sri Lanka yang menyerupai nasi timbel dan dipengaruhi oleh budaya kolonial Belanda dan Portugis.

Colombo juga kaya akan keberagaman budaya dan sejarah. Salah satu ikon kotanya adalah Masjid Merah, masjid tertua di Colombo dengan arsitektur Moor yang khas. Tak jauh dari sana, berdiri kuil Hindu yang meriah serta Gangaramaya Temple, kuil Buddha terbesar di Colombo dengan arsitektur perpaduan Sri Lanka, Thailand, India, dan Tiongkok.

Sri Lanka, yang sebelumnya dikenal sebagai Ceylon, merupakan negara kepulauan yang strategis di Jalur Sutra dan baru merdeka dari Inggris pada tahun 1972. Meskipun bahasa resmi adalah Sinhalese dan Tamil, bahasa Inggris masih digunakan secara luas, terutama di kalangan terpelajar.

Perjalanan singkat ini memberi wawasan baru bagi Dede Farhan Aulawi sebelum kembali ke tanah air, memperkaya pengalaman tentang dinamika budaya, sejarah, dan kehidupan sosial di Sri Lanka. (Yan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *