Pemkab Blora Tebar 32 Ribu Ekor Benih Ikan di 8 Perairan Darat

127

dutapublik.com, BLORA – Pemkab Blora melalui Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) melakukan tebar benih ikan secara massal di 8 lokasi waduk dan embung yang tersebar di Blora. Hal itu dilakukan sebagai dukungan pemenuhan kebutuhan protein bagi masyarakat, Rabu (23/4).

Salah satu lokasi penebaran benih ikan adalah Waduk Tempuran Blora. Di lokasi ini, penebaran dilakukan langsung oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman. Turut serta Dandim 0721/Blora Letkol Inf. Agung Cahyono, Kepala DP4, perwakilan BBWS Pemali Juana, Forkopimcam Blora, serta sejumlah nelayan perikanan darat dari KUB Tempuran dan Greneng.

Kepala DP4 Blora, Ngaliman, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 pihaknya menyediakan 32 ribu ekor benih ikan untuk pengembangan budidaya perikanan darat di perairan umum.

“Tahun ini ada 32 ribu ekor benih ikan, terdiri dari ikan nila, tombro, dan patin. Untuk yang dilepas di Waduk Tempuran ini sebanyak 9.500 ekor, masing-masing terdiri dari ikan nila 3.000 ekor, ikan tombro 2.500 ekor, dan ikan patin 4.000 ekor,” jelas Ngaliman.

Selain di Waduk Tempuran, pelepasan benih ikan juga dilakukan secara bertahap di 7 lokasi perairan darat lainnya, sehingga total ada 8 lokasi termasuk Waduk Tempuran.

Masing-masing lokasi tersebut adalah Waduk Greneng Tunjungan, Embung Tambakromo Cepu, Embung Kunduran, Embung Kedungsambi Klopoduwur, Embung Rowo Karangjati, Embung Balun, dan Embung Keruk Randublatung.

Penyebaran bibit ikan atau restocking ini, demikian Ngaliman, ditujukan untuk meningkatkan keanekaragaman jenis ikan, meningkatkan stok ikan yang dapat ditangkap oleh masyarakat sekitar, serta untuk pelestarian sumber daya ikan. Tujuan lainnya adalah meningkatkan produksi perikanan tangkap, menanggulangi stunting, dan meningkatkan angka konsumsi ikan bagi masyarakat, hingga berdampak pada peningkatan nilai gizi dan pendapatan masyarakat di sekitar perairan umum.

Selain itu, lanjutnya, kegiatan ini juga menjadi salah satu program 99 hari kerja Bupati dalam upaya mendukung swasembada pangan dari sektor perikanan darat di perairan umum.

Ditambahkan Ngaliman, DP4 Blora mencatat bahwa total hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Blora pada tahun 2024 mencapai 351.392 kg. Angka ini diyakini akan terus meningkat jika ekosistem perairan terus dijaga.

Di Tempuran

Saat tebar benih ikan di Waduk Tempuran, Bupati Arief dan rombongan menaiki perahu menuju tengah waduk. Di tengah waduk, mereka secara bergantian melepas benih ikan yang telah disiapkan oleh DP4.

Bupati Arief Rohman menegaskan, Kabupaten Blora meskipun tidak memiliki laut, namun potensi perikanannya cukup besar, khususnya perikanan darat, baik di perairan umum maupun budidaya kolam.

“Selain potensi nila, patin, dan tombro, potensi lele di kolam-kolam budidaya rumahan di Blora juga banyak. Khusus yang dilepas di perairan umum, seperti di Tempuran dan embung lainnya, kami mohon jangan dijaring atau disetrum. Ajak tokoh masyarakat untuk menjaga bersama. Biarkan besar dulu, nanti setelahnya silakan dipancing. Gunakan teknik tangkap ikan yang ramah lingkungan, jangan gunakan obat atau racun,” tegas Bupati.

Menurut orang nomor satu di Blora itu, kegiatan tebar benih ikan juga dilakukan dalam rangka mendukung program swasembada pangan dari sektor perikanan darat yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Terpisah, Kepala Desa Tempuran, Keman, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Blora dan jajaran yang terus memperhatikan sektor perikanan darat di Waduk Tempuran.

Dikatakan, pelepasan benih ikan ini akan sangat mendukung kelompok tani ikan di Desa Tempuran. Selain itu, juga dapat mendukung pengembangan pariwisatanya.

“Apalagi sekarang banyak masyarakat dari desa sekitar yang ikut bekerja di sektor pariwisata di Tempuran. Semoga ikannya bisa lestari dan kami siap menjaga sampai besar untuk wisata pancing,” ucap Keman.

Usai pelepasan benih ikan, dilakukan sosialisasi penggunaan alat tangkap ikan ramah lingkungan dan penyerahan alat tangkap ramah lingkungan untuk dua Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan perikanan darat. Masing-masing berupa jala tebar dan bubu udang berjumlah 30 buah.

Alat tangkap ramah lingkungan itu, yakni masing-masing jala tebar 15 buah dan bubu udang 15 buah, dibagikan kepada dua Kelompok Usaha Bersama milik nelayan di dua lokasi, yakni KUB Ngupoyo Mino Tempuran dan KUB Greneng Mina Makmur, Desa Tunjungan. (Yasin Al Amin)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *