Kapolri Ungkap Upaya Presiden Prabowo Selesaikan Konflik Global Dalam Silaturahmi Ramadhan di Polda Jabar

146

dutapublik.com, JABAR – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia untuk mendorong penyelesaian konflik global yang saat ini tengah memanas.
Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam kegiatan Silaturahmi Ramadhan yang digelar di Polda Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).

Dalam sambutannya, Sigit menyinggung kondisi global yang saat ini dinilai tidak dalam situasi baik, terutama setelah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Ia berharap ketegangan tersebut dapat segera mereda demi terciptanya stabilitas dunia.

Sigit juga menekankan peran Pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Prabowo Subianto, yang terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif sebagai negara nonblok untuk mendorong terciptanya perdamaian dunia. “Tentunya kita berharap situasi global yang ada saat ini dapat segera selesai. Pemerintah terus berjuang untuk ikut aktif menyelesaikan konflik yang terjadi sehingga perdamaian dapat segera terwujud,” ujar Sigit.

Baca Juga:  Piala Dunia U-20 Bisa Digelar Tanpa Atribut Tim Israel, FIFA Bisa Taat Permenlu No 3 Tahun 2019

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo secara intens melakukan komunikasi dan diskusi dengan sejumlah negara, baik di kawasan Asia Tenggara maupun Timur Tengah, guna mencari solusi atas meningkatnya ketegangan global. “Bapak Presiden hampir setiap hari berdiskusi dengan beberapa negara, baik di Asia Tenggara maupun Timur Tengah, untuk membahas bagaimana agar eskalasi global yang memanas ini dapat segera terkendali,” tambahnya.

Baca Juga:  Sulut Sukses Gelar Konferensi Nasional FKUB Dan Pekan Kerukunan Internasional

Selain itu, Sigit mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo juga terus melakukan konsolidasi dan menerima berbagai masukan dari sejumlah pihak terkait situasi global serta langkah mitigasi yang perlu dilakukan.

Oleh karena itu, Kapolri mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung program pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi, di tengah dinamika situasi global yang terus berkembang. “Di satu sisi kita menghadapi eskalasi global yang dampaknya bisa dirasakan terhadap perekonomian. Jika tidak dikelola dengan baik, tentu berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial,” tutup Sigit. (S.N)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *