BPD Setialaksana Desak Transparansi Pengadaan Mobil Ambulans Dana Desa Rp330 Juta, Warga Minta Inspektorat Lakukan Audit

1

dutapublik.com, BEKASI – Polemik pengadaan mobil ambulans di Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, terus menjadi sorotan publik. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Setialaksana telah melayangkan surat resmi kepada pemerintah desa untuk meminta penjelasan terkait realisasi pengadaan ambulans yang dibiayai dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025.

Salah seorang anggota BPD Setialaksana mengungkapkan bahwa surat permintaan klarifikasi telah disampaikan sejak beberapa waktu lalu. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai keberadaan kendaraan tersebut.

“Surat resmi sudah kami layangkan. Saat itu kami juga sudah menegur, tetapi jawabannya hanya menyebutkan mobil masih dipesan. Sampai sekarang ambulansnya belum juga ada,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Dana Desa Tahun 2025 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp330 juta untuk pengadaan satu unit mobil ambulans. Namun hingga saat ini, kendaraan yang dimaksud belum terlihat keberadaannya, sehingga memunculkan pertanyaan dari masyarakat.

Keterlambatan pengadaan tersebut dinilai berdampak pada pelayanan kesehatan warga. Ambulans merupakan fasilitas penting yang dibutuhkan untuk penanganan keadaan darurat maupun rujukan pasien ke fasilitas kesehatan.

Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Inspektorat Daerah Kabupaten Bekasi untuk segera melakukan audit investigatif terhadap penggunaan anggaran pengadaan ambulans. Audit diharapkan tidak hanya memeriksa aspek administrasi, tetapi juga menelusuri penggunaan dana serta memastikan keberadaan fisik aset yang telah dianggarkan.

Selain itu, BPD juga meminta agar spesifikasi kendaraan yang akan dibeli benar-benar sesuai dengan standar ambulans pelayanan kesehatan, bukan sekadar kendaraan biasa yang dimodifikasi.

Kasus ini kembali menjadi perhatian publik dan menambah daftar persoalan pengelolaan Dana Desa yang menuntut transparansi serta akuntabilitas. Masyarakat berharap pemerintah desa segera memberikan penjelasan secara terbuka mengenai perkembangan pengadaan ambulans tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Setialaksana belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan pengadaan mobil ambulans yang dimaksud.
(Her)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *