dutapublik.com, TANGGAMUS – Bupati Tanggamus Dewi Handajani beserta rombongan menyambut Kunjungan Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi serta Staf Kementerian RI, dalam kegiatan Ekspor Perdana Pisang Mas dan Pengembangan Model Integrasi Budidaya Pisang Dan Ternak Sapi di Dusun IV Pekon Sumber Mulyo Kecamatan, Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. pada Kamis (30/9).
Selain Wakil Menteri Pertanian RI Harvick Hasnul Qolbi, turut hadir Direktur Buah dan Florikultura Kementan Liferdi Lukman, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Susiwijono Moegiarso, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pertanian I Gusti Putu, Tim Asistensi Kemenko Perekonomian Bustanul Arifin, Kepala Kantor Bea dan Cukai wilayah Sumatra Bagian Barat Yusmariza, Dirjen Holtikultura Prinasto Setyanto, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nuryani Zainfudin, Kepala Badan Karantina Pertanian Bambang, Deputi Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir, Kasubdit Pemberdayaan Tanah Masyarakat Dirjen Penataan Agraria Herna, Dirjen Pengembangan Exspor Nasional Kasan, Dirjen Industri Agro Abdul Rochim Mewakili Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Kementerian Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Drs. Syahrul, M.Si., Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Asep Arofah, Deputi Bidang Pengendalian, Pelaksanaan dan Penanaman Modal Imam Soejadi, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud.
Rombongan tiba di lokasi Ternak Penggemukan Sapi serta penyerahan 10 (sepuluh) ekor sapi dalam rangka pengembangan model integrasi budi daya ternak sapi Di Dusun IV Pekon Sumbermulyo Kec. Sumberejo Kab. Tanggamus dan disambut oleh Plt Asisten II Prov. Lampung bapak Ir. Husnardi, S.Ag., Bupati Kab. Tanggamus Hj. Dewi Handayani, S.E., M.M., Wakil Bupati Tanggamus H. Am Syafi’i, Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Arm. Micha Arruan. S.E., M.M,, Plt. Bupati Bener Meriah Prov. Aceh Dailami, Bupati Simalungun Prov. Sumut Rodiapoh Hasiholan, Bupati Kapahiang Prov. Bengkulu Hidayatullah Sjahid, Kadis Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kab. Ponorogo Prov. Jatim Andi Susityo, M.M., Corporate Affairs Direktur PT. GGP Welly Sugiono, Ketua Koperasi Tani Hijau Makmur Sigit Wicaksono, beberapa Kepala OPD Kabupaten Tanggamus Dan Muspika Kabupaten Tanggamus.
Rombongan dilanjut ke Lokasi Packing Pisang Mas, Pelepasan ekspor pisang mas asal Kabupaten Tanggamus dengan tujuan Negara Singapura.
Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handayani. dalam sambutannya menyampaikan Kabupaten Tanggamus memiliki luas lahan Pertanian 217.330 Ha, diantaranya wilayah perkebunan seluas 82.195 Ha, yang didominasi oleh komoditi unggulan Perkebunan yaitu Kopi Robusta seluas 41.270 ha, dengan produksi 34.129 ton/tahun dan komoditas lada seluas 7.859 Ha dengan produksi 3.483 ton/tahun.
Kabupaten Tanggamus termasuk
penghasil kopi dan lada terbesar di Provinsi Lampung Sektor peternakan juga merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Tanggamus, di antaranya
adalah sapi potong 6.429 ekor, kambing 186.226 ekor dan domba 7.875 ekor.
“Kami juga telah membudidayakan Kambing Unggulan Kabupaten Tanggamus yaitu Kambing Saburai yang merupakan peranakan antara Kambing Boer dan Kambing Etawa. Koperasi Tani Hijau Makmur merupakan 1 dari 82 Koperasi aktif di Kabupaten Tanggamus, dengan jumlah anggota sebanyak 862 Petani memproduksi jenis Pisang Mas, Rajabulu, Barangan dan Cavendish yang bermitra dengan investor PT. Great Giant
Pineapple Total Areal lahan produksi saat ini 432,49 Ha,” ujar Bupati.
Mengingat majunya Koperasi Tani Hijau Makmur, Peternakan di Kabupaten Tanggamus oleh Kementerian Peternakan pada tahun 2021 diantaranya:
1. Rehabilitasi Tanaman Kopi Robusta melalui Dirjen Perkebunan
2. Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RIPK) Lada melalui BALITBANGTAN
3. Sarana-prasarana dan Alat Pasca Panen Perkebunan melalui Dirjen PSP
4. Obat dan Vaksin Ternak serta bantuan Ternak melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan
5. Serta pada Tahun 2022 akan dilaksanakan Program I-CARE (Integrated Corporation of Agricultural Research, Development, and 6. Empowerment) dalam bentuk Integrasi Kopi dan Kambing yang dilaksanakan di Kecamatan Ulu Belu, Air Naningan dan Pulau Pangung.
“Dengan potensi yang ada, serta upaya
pembangunan pertanian khususnya pada sub sektor perkebunan dan peternakan di Kabupaten Tanggamus kami mengharapkan kepada Bapak Menteri, Bapak Wakil Menteri, Bapak/Ibu Deputi dan Dirjen serta Bapak Gubernur agar kiranya program dan kegiatan yang belum terlaksana dikarenakan Pandemi Covid-19
untuk dapat segera terealisasikan serta kegiatan yang masih kurang agar kiranya dapat ditambah,” ujarnya.
Sementara Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi menyampaikan di tengah situasi konflik Pandemi Covid-19 yang hampir 2 tahun melanda dunia hampir seluruh dunia termasuk Indonesia sendiri, pemerintah bersama seluruh elemen melakukan kegiatan-kegiatan untuk mengatasi persoalan.
“Namun demikian kita harus tetap bersyukur artinya beberapa tahun kebelakang adalah tahun tahun penuh duka tahun penuh kesedihan karena banyak kali kerabat kita guru-guru kita baik muslim maupun non-muslim pergi meninggalkan kita. Namun demikian untuk kita yang ditinggalkan apapun yang kita lakukan kita lakukan sebaik mungkin mengisi hidup kita dengan kebaikan untuk diri kita,” ucap Harvick.
Dalam program kata Harvick, pemerintah melakukan stimulasi kegiatan petani meningkatkan kinerja peraturan regulasi yang sederhana. “Kami semua dari Kementerian menginformasikan berkenan kalau misalnya suatu saat nanti bapak presiden bersedia diundang dan hadir disini, Pemerintah daerah bagaimana kita memberikan edukasi memberikan import saham supaya petani bisa berkembang dan bisa maju dari tahun ke tahun. Kementerian Pertanian utamanya saya mempunyai program untuk petani dan peternak supaya kedepan lebiah maju dan berjaya lagi,” ucapnya.
Pengembangan Hortikultura berorientasi Ekspor kata Harvick merupakan salah satu program prioritas yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yang bertujuan untuk meningkatkan produksi, kualitas, dan kontinuitas produk hortikultura melalui pengembangan kawasan sentra produksi komoditas unggulan daerah yang diarahkan untuk peningkatan ekspor dan substitusi impor melalui kerjasama kemitraan antara petani dan pelaku usaha. “Saat ini program telah berjalan dengan baik dan kedepan semakin lebih baik lagi khususnya untuk petani kita,” pungkasnya. (Sarip)





