Shirly Keintjem : Memaknai Hari Pahlawan Dengan Bangun Akhlak Anak Didik

389

dutapublik.com, MINAHASA – Pertempuran pada tanggal 10 November 1945 di Surabaya tersebut merupakan serangkaian perjuangan panjang dan heroik dari rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, karena memerlukan pengorbanan yang luar biasa dari para pejuang kusuma bangsa.

Hal ini disampaikan oleh Kepala SMAN 1 Tompaso, Shirly Keintjem, S.Th., kepada awak media Rabu, (10/11). Hal ini yang harus terus menjadi motivasi mendorong kepada seluruh pelajar yang ada di SMAN 1 Tompaso Kab. Minahasa Sulut.

“Kemerdekaan dari penjajah sudah kita genggam, kini saatnya sebagai anak bangsa Indonesia untuk meneruskan perjuangan para pahlawan kita.”

“Dengan kerja nyata mewujudkan cita-cita bangsa, Berani Jujur, Sikap Disiplin, Tidak suka Tawuran, belajar tekun, Memperluas pengetahuan dan wawasan melalui buku bacaan, sebab dengan membaca itulah cara untuk memahami dan memperluas pengetahuan, serta belajar dengan sungguh-sungguh ini merupakan salah satu bagian sebagai pelajar dalam memaknai Hari Pahlawan yang diperingati saat ini,” ujar Kepsek Keintjem.

Menurutnya Hari pahlawan 10 November diperingati untuk mengingat peristiwa penting sejarah Negara Republik Indonesia yang terjadi di Surabaya pada tahun 1945 Pasca Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal, 17 Agustus 1945, yang pada saat itu Indonesia masih bergejolak merupakan serangkaian perjuangan panjang dan heroik dari rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,

“Karena saat ini diperlukan pengorbanan yang luar biasa untuk mengisi kemerdekaan,” ucap Keintjem.

Dari Peristiwa tersebut tidak hanya menunjukkan serangkaian sejarah perjuangan bangsa, akan tetapi juga mengajarkan keteladanan kepada generasi muda Indonesia seperti pantang menyerah.

“Kejujuran, kegigihan, keteguhan, serta melaksanakan hak dan kewajiban untuk bisa menanamkan makna dari Hari Pahlawan dikehidupan sehari-hari,”  ucapnya.

Ia menambahkan sebagai generasi muda, semangat juang kepahlawanan yang telah ditunjukkan oleh para pahlawan dalam pertempuran tersebut hendaknya dapat menjadi inspirasi dan sumber motivasi bagi rakyat Indonesia saat ini dalam mengisi kemerdekaan yang diwujudkan dengan mengembangkan nilai-nilai kepahlawanan sebagai acuan sosial dalam mendayagunakan, mengimplementasikan, dan mengatasi berbagai masalah pada bangsa ini.

“Jadilah Putra Putri Panutan untuk Masyarakat, pejuang handal, berprestasi, inovatif, berakhlak, berkepibadian, bagi bangsa dan negara,” kuncinya.(EffendyV.Iskandar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *