dutapublik.com, PEKANBARU – Melihat dari beberapa dokumentasi dan media media terkait penggusuran Pedagang Di jalan H. Agus Salim Kota Pekanbaru Para mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Riau melihat ada yang janggal baik secara kemanusiaannya serta kerakyataannya.
“Kita lihat bersama adanya penolakan pedagang kepada tim penggusuran dikarenakan pemerintah belum mampu memberikan solusi yang jelas mau kemana diarahkan pedagang-pedagang yang berjualan tersebut. Kalau hanya gusur menggusur tanpa solusi ya itu juga salah,” ujar Arianto Piliang selaku Koordinator Daerah Kota Pekanbaru BEM se-Riau.
“Dalam sisi K3 nya, kebetulan saya Mahasiswa Kesmas Peminatan K3, melihat excavator bergerak di dalam keramaian orang itu juga salah satu hazard yang bisa membahayakan masyarakat, pedagang maupun tim penggusuran tersebut. Melihat juga bahwasannya pandemi Covid-19 yang baru saja menurun dan baru memulai pemulihan ekonomi, sudahlah biaya hidup mahal janganlah pemerintah menambah susah masyarakat lagi. Saya berharap Pemerintah Kota Pekanbaru tidak hanya bisa menggusur saja tetapi juga memberikan solusi terbaik untuk pedagang pedagang yang digusur,” ujar Yoga Saputra selaku Koordinator Pusat BEM se-Riau.
Dengan melihat masalah kerakyatan ini, BEM se-Riau akan terus mengawal isu ini sampai tuntas dan akan membela masyarakat. “Kami BEM se-Riau bersama rakyat,” pungkasnya. (Erick)



