dutapublik.com, TANGGAMUS – SDN 1 Banjarnegoro salah satu sekolah yang terletak di daerah Banjarnegoro Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus menjadi sorotan awak media dari berbagai perusahaan pers.
Pasalnya Kepala SDN 1 Banjarnegoro yang bernama Rahmat Kumpul diketahui tidak punya etika terhadap wartawan. Wartawan dianggap oleh Rahmat adalah orang bodoh bahkan dianggapnya wartawan adalah seorang pengemis.
“Wartawan disuap Rahmat pakai duit senilai Rp15 ribu rupiah,” ujar salah satu wartawan yang bertugas kepada dutapublik.com, Kamis (10/3).
Sementara beberapa awak media mendapatkan sejumlah temuan bahwa Rahmat Kumpul tidak mengikuti aturan pihak pemerintah terkait pandemi Covid- 19.
“Semua anak didiknya gak ada satu pun yang pakai masker. Sementara kalau ada apa-apa terhadap anak muridnya apakah Rahmat akan bertanggung jawab. Apakah Rahmat bisa menjamin nyawa seseorang,” sambungannya.
Sementara menurut keterangan dari Herlin selaku wartawan Tanggamus saat dia berkunjung ke tempat kerja Rahmat Kumpul, tidak dianggap olehnya sama sekali atas kehadiran Herlin selaku tamu.
“Malah saya dianggap oleh Rahmat sebagai pengemis. Kami harap kepada pihak Pemerintah Kabupaten Tanggamus tolong beri si Rahmat pelajaran bagaimana cara menghormati tamu,” pungkas Herlin. (Hazwarsyah)





