dutapublik.com, GARUT – Perbaikan gorong-gorong yang ada di Kp. Buleud Rt 02 Rw 04 mendapat sorotan banyak pihak, pasalnya perbaikan yang berada di lintasan Jl. Pasirlingga masuk pada jalan desa diperbaiki dari dana hasil swadaya masyarakat pada Minggu 19 Juni 2022.
“Jalan Pasirlingga yang menjadi jalan alternatif utama bagi masyarakat di Desa Jati itu menjadi tanggung jawab pemdes, sehingga harusnya pemdes bisa lebih memprioritaskan kebutuhan masyarakat yang ril dibanding dengan membuat rencana kerja yang belum tentu bisa dirasakan oleh masyarakat langsung,” kata Ketua Bakti Pemuda, Indra alias Acoy, Senin (20/6)
Lanjut Acoy, hal ini sangat ironi sekali karena Desa Jati sering menerima kunjungan-kunjungan dari berbagai pihak mulai dari bapak Bupati, Wakil Gubernur, para kepala dinas dan yang lainnya sehingga Desa Jati masuk 5 besar penerima bantuan hibah untuk membangun Desa Wisata yang tentu saja jumlahnya tidak sedikit.
“Tapi di satu pihak untuk memperbaiki gorong-gorong saja itu harus menggunakan dana dari hasil swadaya masyarakat, yang menjadi pertanyaan lantas kemana dana desa yang telah dikucurkan oleh pemerintah apakah habis hanya untuk biaya jamuan-jamuan setiap kunjungan, sementara apa dampak positif yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dari hasil kunjungan tersebut, kita semua tahu di lapangan pembagian bantuan pangan non tunai (BPNT) atau program keluarga harapan (PKH) saja masih banyak yang tidak tepat sasaran,” ujarnya.
“Masih banyak masyarakat yang belum menerima padahal sudah memiliki kartu bantuan tersebut,” ucap Acoy.
Masih kata Acoy, PAD Desa Jati tidaklah sedikit, terlebih apabila melihat banyak pengusaha-pengusaha yang ada di wilayah Desa Jati seharusnya pemdes bisa menjadi jembatan untuk masyarakat sekitar. Terlebih di wilayah Desa Jati ada beberapa perusahaan yang berbisnis di bidang matrial seperti RKM Keramik, Depo Keramik dan yang lainnya. “Sebetulnya pemdes bisa membangun sinergitas dengan mereka untuk membangun desa,” ujarnya. (MD)



