dutapublik.com, CIANJUR – Muhammad Rafly Riyadi Salim, lahir di Cianjur 22 Maret 2001 adalah adalah anggota TNI Angkatan Laut di kesatuan Polisi Militer (POMAL) merupakan lulusan terbaik ke-3 dari 800 orang lebih di angkatan tahun 2022.
Anak bungsu dari 6 bersaudara ini terlahir dari keluarga sederhana, orangtuanya seorang pedagang di kampung Citampele RT 03/RW 04 Desa Mentengsari Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ia bukan berasal dari keluarga militer dan kedua orang tuanya hanya berpendidikan pesantren dan tidak tamat sekolah dasar.
Semasa kecilnya, ia mengalami keterlambatan pertumbuhan fisik, jika dibanding dengan anak seusianya, ia baru bisa berjalan menjelang usia 4 tahun. Untuk berpindah tempat di dalam rumah, ia harus beringsut/ngesot.
Pada tahun 2005 di usia 4 tahun 3 bulan oleh orangtuanya disekolahkan di PAUD yang dikelola oleh kakaknya. Dahulu bernama PADU (Pendidikan Anak Dini Usia) Nurul Amin dibawah naungan PKBM Abdi Masyarakat. Berangkat dan pulang dari rumah ke sekolah masih dipapah.
Berbeda dengan anak-anak lainnya, di dalam kelas ia cenderung pasif dan minder, pasalnya karena di PAUD itulah ia pertamakali berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman sebayanya, sebelumnya hanya bergaul di lingkungan keluarga saja.
Di dalam kegiatan belajar mengajar, ia cenderung pemalu dan serba ragu, sekedar untuk menjadi pemimpin baris di depan kelas perlu dibujuk oleh guru-gurunya, ia baru bersedia bila ditemani rekannya. Berkat ketekunan dan kesabaran gurunya ia berani menjadi pemimpin teman-temannya menyiapkan baris didepan kelas.
Setelah sering mendapat kesempatan menjadi “pemimpin berbaris’ akhirnya ia ingin selalu menjadi “komandan” kelas, atas semua itu gurunya bernama Yuliawati berucap bahagia. “Kasep, engkin mah bakal janten tukang nyiapkeun (Ganteng, nanti sesudah dewasa akan jadi pemimpin regu),” ujar Yuliawati.
Waktu berlalu hari berganti, seiring perkembangannya, ia menjadi anak yang rajin, tekun, pemberani dan percaya diri, bersungguh-sungguh dalam belajar. ketika belajar di SMA, ia aktif di OSIS serta rajin mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sekolah seperti PMR, Pramuka, Paskibra dan lain-lain.
Pada tahun 2017 ia menjadi salah satu anggota Paskibraka dalam HUT RI bertempat di lapang Prawatasari Joglo Cianjur.
Lalu setelah lulus SMA, ia mendaftarkan diri untuk menjadi anggota TNI AL, pada kesempatan pertama tidak berhasil, begitu juga pada kesempatan ke-2, ke-3 sampai ke-5. Barulah pada kesempatan ke-6, ia berhasil lulus sebagai salah satu calon siswa yang mengikuti pendidikan TNI AL, tekad kuatnya untuk menjadi salah satu abdi negara sesuai doa dan harapan gurunya.
Disamping tekad yang kuat dan usaha yang gigih untuk meraih cita-cita, juga dibarengi dengan doa dan harapan guru PAUD, seorang anak yang sulit berjalan, pemalu, minder, kurang percaya diri bisa berubah dan berhasil menggapai cita-cita menjadi salah seorang anggota pasukan elit TNI.
Mengutip pernyataan kepala PAUD (Kelompok Bermain) Nurul Amin Nani Rahayu, A.ma., Jumat (16/6), bahwa keberhasilan seorang guru adalah ketika berhasil mengantarkan anak-anak didiknya meraih cita-cita dan impiannya.
“Kebahagiaan guru adalah ketika melihat muridnya bahagia mencapai apa yang didambakannya. Waktu kita mungkin tidak sepanjang guru-guru yang lainnya, ilmu kita mungkin tidak sebanyak mereka, tetapi kitalah yang pertama membekali dan mewarnai jiwa anak didik kita. Teruslah menyemai dan menebar ilmu serta kebaikan kepada generasi kita,” pungkasnya. (Han)





