dutapublik.com, MAGELANG – Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip), Dinas PUSDA TARU Provisi Jawa Tengah mengadakan Rapat Sosialisasi Peningkatan Jaringan Irigasi Tersier Tangsi bertempat di Kantor Koorpokla Progo Hulu, Balai PSDA Probolo Secang Kabupaten Magelang Jawa Tengah, Selasa (19/7).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Balai PSDA Probolo, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa
Tengah, DPUPR Kabupaten Magelang, UPT Salaman, Tim Pelaksana Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, GP3A D.I. Tangsi, Mantri D.I. Tangsi dan P3A Tangsi.
Dalam sambutan Kusdwiyanto, S.T., M.Eng., selaku Kepala Balai PSDA Probolo mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah serta Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang dipimpin oleh Prof Sriyana dan Prof Suharyanto yang telah hadir mengikuti kegiatan ini hingga acara selesai.
“Kegitan sosialisasi ini dengan judul Focus Grup Foscussion (FGD) Kegiatan Survey Investigasi dan Desain (DID) Pengembangan jaringan irigasi Tersier Saluran Irigasi Tangsi Kabupaten Magelang. Dengan kegiatan tersebut diharapkan perbaikan tersier irigasi bisa meningkatkan ketahanan pangan,” ucap Kepala Balai PSDA Probolo.
Lebih lanjut Kepala Balai PSDA Probolo mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tangsi.
Diharapkan dengan terpilihnya Ketua P3A Bapak Sibiyan bisa berkerja sama dengan GP3A ketika ada suatu masalah berkaitan dengan air irigasi bisa diselesaikan dengan sejuk dan damai.
Sementara di tempat yang sama Prof. Sriyana mengatakan maksud dan tujuan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Ini untuk membahas survey investigasi dan desain mengenai D.I Tangsi mulai dari bendung sampai tersier. “Kami juga mensinkronkan data agar kami himpun, disusun dan dikelola secara sistematis sehingga dapat dibuat sebagai acuan dalam sistem perencanaan pengembangan jaringan tersier,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama Prof. Suharyanto menambahkan bahwa alasan dipilihnya D.I Tangsi yang pertama yaitu berdasarkan Data dari Dinas Pusdataru Provinsi Jateng bahwa di tahun 2022 ini D.I Tangsi ada kegiatan fisik, lalu yang kedua mencari yang sumber airnya cukup tapi kajiannya masih perlu ditingkatkan.
“Dalam rangka upaya khusus peningkatan produksi padi, salah satu program pemerintah yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah yaitu Pengembangan Jaringan Irigasi (PJI) yang merupakan komponen utama dalam aktivitas usaha tani yang berdampak langsung terhadap kualitas dan kuantitas produksi,” terangnya.
Tidak itu saja Prof Suharyanto mengatakan pengelolaan air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai.
M. Ir Nurcahyo memberi masukan untuk ruang lingkup D.I. perlu spesifikasi pembahasan Irigasi Tersier, agar perlu adanya saluran Permanen di irigasi Tersier, mengingat saat ini saluran irigasi tersier khususnya di wilayah Salaman Kabupten Magelang banyak yang belum ada bangunan permanen.
Nurcahyo juga mengharapkan dan sangat mendukung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah yang akan menganggarkan perbaikan bangunan tersier tahun anggaran 2022-2023 hal tersebut agar air bisa mengalir dari hulu hingga petak tersier yang paling hilir.
Kegiatan tersebut ditutup dengan foto bersama dilanjutkan ramah tamah dengan penuh keakraban sesama alumni Teknik Sipil. (Ysn)


