Ojol Bandung Ngahiji Bersama G-BER Giat Salurkan Donasi Untuk Warga Garut Terdampak Banjir Bandang

312

dutapublik.com, GARUT – Bertempat di Kabupaten Garut, Ojol Bandung Ngahiji bersama G-BER menyalurkan donasi hasil dari bakti sosial yang dimulai sekira pukul 14.00 WIB hingga selesai, Senin (25/7).

Adapun yang hadir pada acara kegiatan bakti sosial tersebut sebagai Perwakilan dari Ojol Bandung Ngahiji yang dipimpin langsung oleh Mang Aden dan perwakilan dari Ojol Garut dipimpin langsung oleh Abah Opan. 

Abah opan yang mewakili seluruh Ojol yang ada di Kabupaten Garut telah menerima rekan-rekan dari Bandung yang tergabung dalam wadah Ojol Bandung Ngahiji, yang mana pada hari ini telah menyalurkan bantuan kepada korban bencana banjir bandang yang ada di Kabupaten Garut.

Penyaluran bantuan sosial di awal ada 3 (Tiga) titik, dan secara kebetulan ada Donatur yang berasal dari Bandung menambah donasi sehingga bertambah menjadi 5 (lima) titik yaitu ke Kampung Ciwalen Kelurahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota, Kampung Kaum Lebak Kelurahan Paminggir Kecamatan Garut Kota, Kampung Sukaasih, Kampung Lame dan Kampung Pamekarsari Desa Haurpanggung Kecamatan Tarogong Kidul.

“Bantuan yang disalurkan diantaranya yaitu berupa Sembako, Mie instan, Kebutuhan bayi dan Peralatan Sekolah mulai tas, buku dan alat tulis lainnya total Donasi yang Terkumpul Sekitar Rp. 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah),” ujar Mang Aden selaku perwakilan Ojol Bandung Ngahiji.

Selain itu, juga disalurkan 30 kitab suci Alquran ke-2 Masjid yang ada di Kampung Suka Asih dan Masjid yang ada di Kampung Pamekarsari. “Kami selaku relawan dari Garut bersatu sangat banyak-banyak menghaturkan terima kasih kepada rekan-rekan kita dari Bandung yang tergabung dalam suatu wadah Ojol Bandung Ngahiji,” tambah Erry Rusli selaku perwakilan Ojol Garut. 

Abah Opan mengatakan karena memang di Garut ini adalah bukan banjir yang pertama kali, seharusnya tidak terjadi banjir-banjir berikutnya. “Sebagai himbauan kepada pihak pemerintah terutama untuk pemerintah Kabupaten Garut sebagai salah satu pemangku kebijakan, karena kita lihat banyak sekali gunung-gunung yang dikeruk, hutan atau bukit-bukit menjadi alih fungsi lahan yang tadinya sebagai ladang pertanian, mohon menjadi perhatian serius buat masyarakat Kabupaten Garut yang berada di tengah kota yang teraliri sungai-sungai kecil itu, karena banjir kali ini meluapnya mungkin karena gundulnya hutan atau kurangnya pohon Endemik (pohon kayu keras) penyerap air akibat dari alih fungsi lahan itu sendiri,” ucapnya.

“Kami berharap kepada pihak Pemerintah Kabupaten Garut ini tolong diperhatikan juga untuk izin galian C dan lain sebagainya Itu supaya diperketat karena memang sumber bencana banjir bandang itu dari kelalaian pihak pemerintah, juga kami berharap untuk di perhatikan masalah izin galian agar diperketat oleh pihak pemerintah dan di kaji ulang dengan benar apakah dampak yang akan terjadi kedepannya, karena sumber banjir itu dari kelalaian atau bisa jadi kurang kontrol dan melonggarnya izin untuk para pengusaha yang merubah Hutan, Gunung, dan Bukit menjadi alih fungsi dari yang seharusnya,” pungkas Abah Opan Gacor selaku Perwakilan seluruh Ojol Garut ketika diwawancara oleh awak media. (MD/YM)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *