dutapublik.com, BEKASI – LSM Jaringan Masyarakat Peduli Demokrasi (JMPD) mengkritisi kinerja BAZNAS Kabupaten Bekasi. Ketua JMPD Zuli Zulkifli, S.H., mengatakan bahwa selama ini akses untuk memperoleh data dari BAZNAS Kabupaten Bekasi merupakan sesuatu yang sangat sulit.

Surat Permintaan Informasi Terkait Pengelolaan Zakat Kepada BAZNAS Kabupaten Bekasi
Informasi yang diminta LSM JMPD kata Zuli terkait data rutilahu dan program lain. “Apalagi terkait data zakat yang diperoleh dari zakat ASN Kabupaten Bekasi yang berjumlah 11.000 orang lebih, masyarakat kesulitan meminta data,” ujar Zuli, kepada dutapublik.com, Sabtu (10/12).
Kata Zuli BAZNAS merupakan lembaga yang mengelola dana umat sehingga peruntukannya pengelola dana umat perlu jelas dan transparan.
“Jangan sampai BAZNAS Kabupaten Bekasi sama seperti yang dilakukan satu lembaga pengumpul zakat infaq ternyata banyak penyimpangan. Kita ingin BAZNAS Kabupaten Bekasi terbuka kepada publik,” tegasnya.
Sementara itu, Samsul selaku kepala BAZNAS Kabupaten Bekasi saat dihubungi melalui WhatsApp pribadinya sampai berita diterbitkan belum memberikan jawaban. (Koman Dukun)






