Laporan Antoni Tergantung Tidak Bertali, Kapolsek Payung Sekaki : Keluar Kota Butuh Biaya Pak

414

dutapublik.com, PEKANBARU – Antoni seorang Warga Jalan Durian Kota Pekanbaru Riau telah kehilangan satu unit kendaraan bermotor yang dibawa kabur oleh pekerja di toko spare part miliknya. Kepada awak media dirinya menuturkan harapan dan keinginannya kepada jajaran Polsek Payung Sekaki dalam menangani terkait laporannya. Rabu (11/1). 

Kepada awak media Antoni menuturkan bahwa setelah sepeda motornya dibawa kabur oleh mantan pekerja di tokonya yang berinisial SH, kemudian mendatangi Mapolsek Payung Sekaki guna membuat laporan, tetapi saat berada di Mapolsek Payung Sekaki, Antoni mengatakan, bahwa saat di sana, ia malah disuruh angkat air galon oleh seorang oknum Polisi dengan perkataan,

“bantu angkat galon air itu ke ruangan, biar cepat laporanmu ku proses, ” kata oknum polisi. 

“Sebagai warga negara yang baik dan percaya atas kinerja pihak kepolisian, saya melaporkan kehilangan motor tersebut pada tanggal 16 Agustus 2022 silam pak. Saya yakin pihak Polsek Payung Sekaki dapat menangkap pelaku dan menegakkan keadilan bagi saya, walau saya sempat malah disuruh angkat galon air dan dipanggil kembali untuk buat laporan pengaduan baru kembali, bagi saya yang awam hukum ini, hal tersebut malah membuat saya jadi bingung karena saya sudah buat laporan, ada suratnya, nah kenapa saya disuruh buat laporan baru lagi. Dan hingga kini terkait laporan kasus saya tersebut belum ada perkembangannya, terus saya sebagai masyarakat harus lapor kemana lagi,” beberapa Antoni dengan wajah kecewa. 

Lanjutnya, hingga sekarang perkembangan terkait laporan kehilangan tersebut belum ada perkembangan.

“Mungkin itu dikarenakan kesibukan jajaran Polsek dalam menangani berbagai kegiatan lain, dan saya juga tidak punya dana. Saya tetap berpikir positif dan berharap, ” ungkapnya. 

Terkait hal tersebut, awak media mencoba mengkonfirmasi Kapolsek Payung Sekaki AKP Nursyafniati melalui telpon tetapi tidak diangkat dan kembali coba di konfirmasi melalui pesan whattApp tentang adanya oknum anggota Polsek yang menyuruh masyarakat yang hendak melapor, disuruh untuk mengangkat galon air terlebih dahulu agar laporannya bisa segera diproses. Dan terkait maksud adanya pesan whattApp Kapolsek bahwa keluar kota butuh biaya.

Melalui pesan whattApp yang dijawab singkat oleh Kapolsek kepada awak media mengatakan “silahkan koordinasi ke Kanit Res Pak, “

Sebelumnya sekira bulan November 2022, Kapolsek Payung sekaki kepada awak media mengatakan saat dikonfirmasi, keluar kota butuh biaya pak, Polsek Payung Sekaki akan menindak lanjut hal tersebut, tetapi sekarang anggota Polsek sedang melakukan tugas operasi Pekat pak, 10 hari setelah operasi Pekat kita tindak lanjut pak.

Apakah dana anggaran operasional Polsek dalam menangani penegakan hukum dan laporan masyarakat tidak ada? (JK). 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *