Berry Muslim Siswa Kelas XII SMAPAS Cikalongkulon Cianjur Raih Juara I Ajang Silat Terbuka BEKASI OPEN CHALLENGE 7 NATIONAL 2023

793

dutapublik.com, CIANJUR – Berry Muslim Seorang pelajar SMA Pasundan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur telah mengharumkan nama baik Kabupaten Cianjur, setelah dirinya meraih tropi juara pertama di ajang pencak silat skala internasional dalam laga terbuka di BEKASI OPEN CHALLENGE 7 NATIONAL 2023 yang dilaksanakan di Kota Bekasi Jawa Barat. Event bergengsi tersebut diikuti oleh lebih dari 1300 pesilat yang berasal dari berbagai kabupaten se-Indonesia dan tak ketinggalan beberapa dari luar negeri pun turut berpartisipasi dalam event itu.

Berry Muslim Juara I Ajang Silat Terbuka BEKASI OPEN CHALLENGE 7 NATIONAL 2023

Berry Muslim merupakan pelajar kelas 12 ( kelas 3) di Sekolah SMAS Pasundan Cikalongkulon. Dia berasal dari sebuah komunitas silat BENTAR FIGHTER pimpinan Drs, Kusnindar Samsu, M.Pd. Bersama rekan guru lainnya, antara lain Dedi Haryanto, S.IP, MM., Drs, Kusnindar Samsu, M.Pd.mengelola komunitas silat BENTAR FIGHTER. Latihan demi latihan dan tempaan fisik serta mental selama bertahun-tahun lamanya, ternyata membuktikan kematangan pelajar tersebut dalam ajang pertarungan, kegemilangan serta kemenangan dimulai sejak awal pertandingan sampai menjadi juara utama.

Tentu hasil juara ini berkat kerjasama berbagai pihak yang terkait yang langsung dalam pembentukan fisik dan mental, ketekunan pelatih pribadinya (Guru Pembimbing) yang bernama Angga Hadiwijaya, S.Pd., dan paman kandungnya bernama Riki Ridwan ( pesilat perwakilan dari Cianjur di ajang PORDA Provinsi) telah membentuk mentalitas tersendiri yang pada akhirnya menjadi modal dasar pelajar ini untuk siap bertarung dengan siapapun dalam konteks pencak silat di ajang apapun dan di kota manapun.

“Tentu sebagai warga Cianjur kita merasa bangga atas prestasi besar ini, masih adanya pelajar berprestasi dari kota kita bernama Cianjur di sela kecarut-marutan politik dan duka bencana gempa yang terjadi akhir-akhir ini. Ini menjadi obat tersendiri,” ujar warga yang tak disebut identitasnya.

Namun sayang seribu sayang prestasi gemilang ini belum mendapat respon positif ataupun perhatian pemerintah Kabupaten Cianjur yang notabene mengusung tiga pilar budaya, yang salah satunya adalah maenpo.

Diduga pemkab Cianjur cenderung abai pada kegiatan ini, baik pra atau pasca pelaksanaan, meskipun pada ajang sebelumnya pelajar ini juga menjadi juara pertama di tingkat kabupaten dalam event yang serupa.

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan ditemukan fakta bahwa untuk biaya transportasi ke pentas laga tersebut bersumber dari hasil iuran beberapa dewan guru dan komunitas silat terkait.

Saat disinggung mengenai support apa saja yang diberikan pemkab Cianjur berkaitan dengan pelaksanaan pertandingan atau pasca meraih gelar juara, Rian selaku orang tua Berry mengatakan bahwa pihaknya belum mendapat apa-apa dari pemkab.

“ Belum dapat apa-apa, baik materi maupun non materi,” ucapnya, saat dikonfirmasi dutapublik.com. Rabu (8/2).

Lebih jauh Rian mengapresiasi dan meyampaikan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada guru-guru SMAPAS Cikalongkulon yang telah berkorban baik materil maupun non materil pada kegiatan event tersebut sehingga puteranya dapat prestasi yang membanggakan bagi keluarga, sekolah dan masyarakat Cianjur.

Ia berharap agar pemerintah mempunyai sedikit perhatian ataupun kepedulian bagi anak bangsa yang telah berjuang membawa nama baik daerahnya.

“ saya harap ada sedikit perhatian dari pemerintah, “ singkatnya.

Jelas hal ini menjadi keperihatinan dan menjadi PR besar bersama. Yang jelas Berry Muslim dan para guru pembimbingnya serta seluruh institusi pendukung telah membawa nama baik Cianjur atas torehan prestasi bergengsi ini, apalagi telah menjadi juara pertama. (RS/Hans).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *