dutapublik.com, PEKANBARU – Pesatnya perkembangan Kota Pekanbaru jadikan masalah tersendiri bagi lingkungan. Mengapa tidak, Kota Pekanbaru yang mempunyai Bus Trans Metro Pekanbaru dengan jumlah lebih dari 90 unit ini, hilir mudik di tengah kota untuk melayani masyarakat.
Jelas, Bus yang beroperasi untuk melayani warga kota ini yang di kelola oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Trans Metro Pekanbaru di bawah Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru ini, tentunya harus mendapatkan perawatan dan perbaikan berkala.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, bus-bus itu banyak terparkir dan tidak beroperasi. Kemudian saat menanyakan hal ini ke salah satu pegawai di sana, mengiyakannya.
“Banyak Bus itu tdak di operasionalkan lagi semenjak covid 19 kemaren, ” jawabnya.
Selain Bus ada juga tumpukan ban bekas dan beberapa drum oli kotor. Ketika ditanya melalui pesan whatapps, tentang bagaimana perawatan Bus Bus Trans Metro ini, Sarwono Kepala UPTD Tran Metro Pekanbaru menjawab ganti oli selama 5 atau 6 bulan sekali.
“Kita ganti oli selama 5 atau 6 bulan sekali pak, ” jawab Sarwono Kepala UPTD Tran Metro Pekanbaru.
Sementara oli-oli bekas itu ada sebagian yang di berikan ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan sebagiannya di simpan.
“Oli bekas kemaren itu ada juga diberikan kawan – kawan LSM yang ambil karena itu barang pakai habis ya, saya kasih aja mereka minta untuk siram sawit gitu, ” lanjutnya.
Ketika ditanya LSM apa, jawaban dari Sarwono “nanti saya tanya, kan tak banyak pak paling satu drum dimintanya.
“Dari pada saya buang sembarangan,” sambung Sarwono lagi di aplikasi whatapps.
Membaca jawaban itu awak media menanyakan perihal Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (Permen LHK) no 6 tahun 2021 yang menjelaskan bahwa limbah itu jenisnya berbahaya dan harus ada pengelolaan dan pemanfaatannya.
Sarwono menjawab pesan ” betul juga ya pak. cobak nanti saya tanya sama DLHK sarannya dikemanakan atau ada saran bapak terkait ini pak,” sambungnya.
Ketika ditanya lagi tentang oli kotor itu diberikan atau dijual, Sarwono menjawab dikasihkan aja. Emang laku ya pak?
“Selama ini saya tak perhatian sama oli kotor, ” aku nya.
Ketika hal ini ingin dikonfirmasi ke sekretaris Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, sampai berita ini di terbitkan belum mendapat jawaban. (NH).


