Kena Tipu Daya Sponsor, 7 Orang PMI Ilegal Hidup Terlantar Di Irak, Diduga Kuat Mereka Dijual

364

dutapublik.com, CIANJUR – Terbujuk rayu dengan kata – kata manis dan kepiawaian sang sponsor dalam memperdaya korban, 4 orang PMI ilegal, Yuyun dan teman-temannya diduga jadi korban tindak pidana perdagangan orang ke negara Timur Tengah, tepatnya di Slemania Irak. Demikian diceritakan  PMI Yuyun kepada dutapublik.com via whatsapp. Senin (6/3).

Dikatakannya bahwa beberapa waktu lalu ia bertemu dengan sponsor yang mencari tenaga kerja untuk ke luar negri dengan iming-iming uang fee fantastis menurut standar orang yang lagi butuh duit.

“Dulu ada sponsor luar yang nyari orang buat kerja jadi TKW. Dia bilang uang fee nya gede 5 juta rupiah buat yang non (belum pernah kerja) dan 15 juta rupiah buat yang sudah X. Terus saya mau lah, nah saya ikut sama sponsor luar tersebut dibawa ke rumhnya. Dari rumhnya saya dijemput sama sposor dalam yang namanya bu Wati, terus dia bilang gak bakalan medikal dulu, kamu sekolah bahasa dulu biar nanti bisa lncar di sana. Saya kasih pinjam uang dulu kepada kamu katanya, tapi gak ngasih uang pinjamannya, ngsihnya udah beres semua bikin paspor sama medical baru dia kasih uang karena saya waktu itu lagi butuh uang, ” kata Yuyun.

“Nah dari situ saya nurut aja sama bu wati itu, terus saya dibawa langsung ke rumhnya di Cilaku pondok Indah, ” lanjutnya. 

Diungkapkan keesokan harinya dibawa ke Sukabumi untuk membuat paspor. Ia pun menelepon temannya dan dapat penjelasan dari temannya bahwa terdapat hal yang tak biasa dalam proses pembuatan paspor sebelum medikal.

“Keesosokan harinya saya dibawa ke Sukabumi untuk bikin paspor. Terus saya chtan sama temn nanya kamu lagi di mana, aki bilang lagi di Sukabumi, lagi bikin paspor nah teman aku ngomong emngnya kamu sudah medicalan? kapan kamu medikalnya? kan bikin paspor harus medikal dulu, nanti kalo udah keluar hasilnya baru bisa bikin paspor, gitu kata teman aku, ya aku kan gak tau apa-apa maklum aku kan non gitu, diajak kemana aja hayo aja. Terus teman aku bilang aneh banget diduluin pasporn katnya. Dua hari kemudian baru lah aku diajak ke Jakarta untuk medical, nah abis medical pasporan aku pulang lagi ke kampung nunggu selma 2 minggu di rumah. Nah tanggal 9 hari Jumat 2022 bu wati telpn katanya harus berngkat sekarang ke rumhnya, soalnya hari minggu kamu terbang kamu gak sendiri ada temn kamu 3 orang bareng kamu terbang ya, saya bilang ok aku ke sana, ” bebernya mengutip percakannya dengan sponsor.

“Hari sabtu kita berempat dibawa dulu ke condet gak tau itu siapa lagi, nginep di situ. Pagi harinya kita dibwa lagi ke rumh temnnya yang mau ngantar kita ke aerpot yang berada di Serang, di situ istrahat sebentar. Kira-kira jam 1 an kita dibwa ke bandara waktu penerbangannya jam 5 sore. Kita terbang, ” ujarnya.

“itu sponsor telpon terus gak henti-hentinya bawel banget itu paspor sama kita, katnya, tiket awas jangan kelihatan orang dan jangn dilihatin orang, katnya, taruh aja di tas nanti aja kalo sudah mau masuk pesawat baru kamu keluarin gitu ya. Kita terbang lah nyampe di airpot Qatar jam 1 malam. Dari situ kita nunggu lagi penerbangan ke turkey, lalu terbang lagi ke turki nyampe jam 6 pagi dijmput sama yang punya kantor ini. Sampai di kantor kita masih bingung ini negara apa, kita taunya ini turki gitu. Pas kita ketemu sama teman  di sini dia bilang ke saya kenapa kamu ke sini kerja di sini tuh nggak baik aku aja udah 4 bln belum kerja, yang sekrang sudah 6 bluan di sini belum kerja juga. Dia bilang ini bukan turki bukan erbil tapi ini negara slemania Irak masih jauh ke turki mah katnya, gitu ya kita kaget lah si sponsor tuh pnipu katnya, ” bebernya lagi

“Di sini orang neval juga bilang ke saya kalo kerja di sini tuh gak baik, Kan saya ngomong ke yang punya kantor kenapa orang indo gak di kasih wifi cuman orang indo aja kalo yang lain dikasih, terus yang punya kantor bilang kamu itu ilegal gak punya PT gak ada yang nanggung jawab kalian dari indo makanya gak dikasih wifi, ” ujarnya menirukan perkataan temannya. 

Ia bersama keenam orang temannya kini dalam situasi dan kondisi yang tak menentu, berada di negeri orang dan tak jelas statusnya. Via sambungan whatsapp ia pun mencurahkan permohonan kepada pihak pemerintah agar dapat menolongnya untuk bisa pulang ke Indonesia.

“saya warga kabupaten cianjur sebagai pekerja migran indonesia, saya sekarang ada di negara slemenia Irak proses sama sponsor ibu suliawati. Saya di sini ilegal tolong bapak bubati Cianjur, KBRI KJRI, dan bapa presiden, saya pingin pulang ke Indonesia saya disini ada 7 orang gak dipekerjakan ada yang 6 bulan 5 bulan 3 bulan, saya di sini tidak di pekerjakan sama sekali tolong bantuannya, saya tidak dikasih makan saya di sini terlantar bapa bupati Cianjur bapa presiden tolong saya pingin pulang saya disini ilegal terlantar tolong saya disini tolong pulangkan lah secepatnya ke indonesia mohon bantuannya terima kasih, ” ujarnya penuh harap. (RS).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *