dutapublik.com, TANGGAMUS – Miris sejumlah pasien bertumpuk di depan Poli Paru Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang Kota Agung Kabupaten Tanggamus Lampung, lantaran stok obat penyakit dalam paru kosong.

Keterangan gambar : selebaran poli paru tutup
Kekosongan obat tersebut sangat jelas dengan adanya tulisan berupa pemberitahuan kepada pasien yang dibuat oleh pihak RSUD BM yang terpampang di ruang tunggu, bertuliskan Poli Paru tutup sampai dengan waktu yang belum ditentukan, Poli Paru kembali buka bila RS menyiapkan obat yang di butuhkan.
Saat dikonfirmasi, awak media dutapublik.com salah satu keluarga pasien yang ikut antri, di poli Paru RSUD BM mengatakan pasien hari ini pada numpuk karena obat untuk pasien yang berobat hari ini khusus penyakit dalam kosong.
“Bahkan sampai – sampai salah seorang dokter menulis selebaran yang ditempel di ruang tunggu bahwa poli tutup untuk waktu tidak ditentukan,” jelas keluarga pasien pada Selasa (16/5).
Menurut keluarga pasien masyarakat yang datang berobat di rumah sakit ini mayoritas menggunakan BPJS artinya bisa dibilang kurang mampu dan juga ini kan Rumah Sakit Daerah kok obat khususnya penyakit paru sampai kosong padahal obat penyakit seperti ini sangatlah penting.
“Contoh seperti pasien TB, pasien seperti ini kan gak boleh sampai telat minum obat selama enam bulan. Kalau sampai telat mereka harus mengulang dari awal lagi. iya kalau mereka punya duit untuk beli obat di luar, kalau gak ada duit mau tak mau mereka telat minum obat kan kasian kalau mau mengulang dari awal lagi,” bebernya.
“Yang jadi pertanyaan saya anggaran besar yang dikelola RSUD BM ini di kemanakan masa iya sekelas Rumah Sakit Daerah aja sampai kosong obat seperti ini, pengawasan dari pihak Pemkabnya mana dan juga instansi terkait selama ini,” lanjutnya.
Intinya pasien dan keluarga pasien kecewa dengan pelayanan Rumah Sakit Umum Batin Mangunang. seandainya terjadi apa apa dengan pasien apa pihak rumah sakit mau tanggung jawab,” pungkasnya.
Saat awak media dutapublik.com menghubungi direktur RSUD BM melalui sambungan WatsApp, direktur RS BM handphone nya berdering namun tak diangkat. Awak media kembali menghubungi via pesan singkat WatsApp kembali tidak ada respon.
Sampai berita ini diterbitkan pihak Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang belum bisa di konfirmasi. (Sarip).





