Gubernur Olly Narsum Eurasian Economic Forum Moskow Rusia

335

Gubernur Olly saat menjadi Nara sumber pada Eurasian Exonomic Forum Moskow Rusia

dutapublik.com, RUSIA – Menjadi salah satu motor kontingen Indonesia pada pertemuan dunia di Moskow Rusia, Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE ikut mengoptimalkan untuk kepentingan daerah yang dipimpinnya.

Usai menjadi narasumber (Narsum), atau pembicara di Eurasian Exonomic Forum 2023 yang dibuka Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu (24/05) kemarin.

Gubernur Olly yang pada kesempatan kembali menjadi Narsum di pertemuan bergengsi ini Pada Kamis (25/05) hari ini, Gubernur Olly Dondokambey menjadi Pembicara dalam Eurasian Economic Union EAEU – Indonesian 2023.

Selain membahas soal kepentingan negara, Gubernur Olly juga ikut membeberkan soal sumber daya di Provinsi Sulut, sebagaimana program-program yang digenjot Pemerintah Provinsi Sulut saat ini.

“Semua sektor yang menjadi program sesuai potensi yang ada di daerah, tentunya itu yang dipresentasikan, seperti pariwisata bahkan pendidikan,” ungkap Gubernur Olly melalui pesan singkat WhatsApp pada wartawan media ini, Kamis siang tadi.

Sebelumnya Gubernur Olly bersama Duta Besar RI untuk Rusia, Jose Antonio Morato Tavares dan jajaran, didampingi Pemerintah Kota Moskow, meninjau lokasi pembangunan Patung Pahlawan Nasional RI Ir.Soekarno, Presiden RI Pertama di Mozeon Kota Moskow, Selasa (23/5/23).

Adapun Taman Mozeon merupakan salah satu ruang publik yang sangat strategis di Kota Moscow adalah tempat dibangunnya beberapa Patung Pahlawan Nasional dari berbagai negara di dunia sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan atas jasa-jasanya diberbagai bidang.

Rombongan Gubernur Olly disambut oleh Pemerintah Kota Moskow yang dihadiri oleh Amastasia Sibileva yang merupakan Kepala Bagian Kerjasama Internasional Dept Hub Ekonomi Eksternal dan Kerjasama Internasional, Vladimir Merinov, Kabag Asia Tenggara Departemen Asia III Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia dan Wakil dari Departemen Kebudayaan Moskow.

Diketahui juga bahwa kunjungan ini sebagai salah satu kegiatan Gubernur Olly disela-sela rangkaian kegiatan memenuhi undangan dari KBRI di Rusia, menjadi salah satu Nara Sumber pada kegiatan Eurasian Economic Forum (EEF) di Moskow 2023.

Pun sebelumnya Gubernur Olly Dondokambey berkesempatan melakukan wawancara dengan media Rusia.

“Dirinya menyatakan kesiapan Pemprov Sulut dan seluruh masyarakat untuk menyambut hangat kunjungan wisatawan Rusia ke Bumi Nyiur Melambai.”

Pada kesempatan ini secara eksklusif mengorek misi kunjungan Gubernur Olly ke Moskow Rusia. “Pernyataan yang disampaikan Gubernur Olly disela-sela kunjungan kerjanya di Rusia ini menunjukkan dirinya memiliki kapasitas pemimpin internasional.
Dibukanya kembali jalur penerbangan Rusia ke Indonesia pasca pandemi Covid-19,” kata Olly menjadi angin segar bagi kelangsungan pariwisata Sulut.

Kepada koresponden grup media Rossiya Segodnya, Olly menyampaikan bahwa masyarakat Sulut bakal memberikan pengalaman berkesan bagi seluruh wisatawan mancanegara termasuk Rusia.

Makanya secara mendetail Gubernur Olly mengungkapkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) termasuk peluang investasi di Bumi Kawanua.

“Sehingga setelah berlibur di Sulut dan kembali ke negaranya, wisatawan dipastikan akan mengunjungi Sulut kembali. Sekaligus kesempatan ini, menjadi peluang untuk mempromosikan keramahan masyarakat dan keindahan alam Sulut di negaranya.” Imbunya

“Masyarakat Sulawesi Utara akan dengan senang hati menyambut wisatawan dari Russia, Kyrgyz, Armenia, Belarus dan Kazakhstan. Sulawesi Utara memiliki kurang lebih 95 destinasi wisata yang menawarkan pengalaman wisata bahari, pertanian, cagar alam, taman konservasi, olahraga dan adrenalin, religi, sejarah dan budaya. Kesemuanya itu pasti akan memberikan pengalaman yang berkesan kepada wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Utara,”

Dirinya juga menjamin tidak menerapkan kuota wisatawan Rusia di Sulut, dalam artian tidak ada pembatasan.

“Tidak. Pendekatan yang kami gunakan adalah lebih kepada pembangunan kepariwisataan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tutupnya. (Effendi V Iskandar).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *