dutapublik.com, MAJALENGKA – Jumlah nasabah yang diduga menjadi korban praktik tidak wajar oleh oknum pegawai BRI Unit Majalengka Wetan terus bertambah. Jika sebelumnya dilaporkan hanya puluhan orang, kini jumlahnya diduga mencapai 297 nasabah.
Hal tersebut disampaikan oleh Arief Fahrurrozie Hidayat, S.H., M.H., kuasa hukum pelapor Agus Nurhariyanto, yang juga menjabat sebagai Kepala Divisi Perbankan di YLBK (Yayasan Lembaga Bantuan Konsumen) Kabupaten Majalengka.
“Kami telah menerima SP2HP dari Polres Majalengka, khususnya dari Unit Tindak Pidana Korupsi. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa jumlah dugaan korban bertambah menjadi 297 nasabah,” ujar Arief kepada awak media usai menjalani pemeriksaan di ruang Reskrim Polres Majalengka, Selasa (20/05/2025).
Arief menjelaskan, modus yang digunakan oknum pegawai bank beragam. “Ada nasabah yang memang sadar memiliki pinjaman, namun jumlah dana yang diterima hanya separuh dari yang tertera dalam perjanjian. Sementara itu, ada pula yang sama sekali tidak mengetahui namanya digunakan untuk pengajuan pinjaman, termasuk warga dengan keterbatasan mental dan yang tidak memiliki pekerjaan,” ungkapnya.
Arief juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media, organisasi kewartawanan, dan lembaga masyarakat yang terus mengawal kasus ini sejak awal.
Melalui sambungan telepon, Agus Nurhariyanto menambahkan bahwa banyak temuan mencurigakan dari data nasabah yang disetujui sebagai peminjam.
“Ditemukan kejanggalan seperti nasabah yang lolos BI Checking padahal tidak memenuhi syarat, dugaan pemalsuan KTP, pinjaman atas nama orang dengan gangguan mental, usia terlalu muda, dan pengangguran. Nama-nama mereka dicatut dan hanya diberi komisi dalam jumlah bervariasi. Semua data sudah kami kantongi dan dilaporkan ke Polres Majalengka sejak 8 Januari 2024,” jelas Agus.
Kasus ini mendapatkan perhatian luas dari berbagai kalangan. Sejumlah organisasi media dan jurnalis yang tergabung dalam:
Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI)
Gabungan Wartawan Indonesia Satu (Gawaris)
Asosiasi Wartawan Internasional (Aswin)
Aliansi Wartawan Indonesia (AWI)
Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI)
Forum Pers Independent Indonesia (FPII)
serta LSM Barisan Muslim Indonesia (BASMI), turut aktif melakukan investigasi, peliputan, dan pengawalan hukum. (Hendrato)


