dutapublik.com, KARAWANG – Musim penghujan saat ini, diduga menjadi salah satu faktor penyebab bertambahnya angka kecelakaan lalu lintas, baik kecelakaan tunggal maupun kecelakaan lalu lintas akibat ada lawan.
Pasalnya, kondisi jalan yang licin akibat diguyur air hujan, ditambah lagi adanya ceceran tanah yang berserakan di badan jalan raya, khususnya jalan raya Poros antar Desa.
Di antaranya, yaitu jalan Poros Desa Pulokalapa-Lemahmukti, Poros Desa Pulokalapa-Pulojaya, dan poros Desa Lemahabang-Lemahmukti Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Saat ini, jalan poros Desa tersebut dipenuhi ceceran tanah sawah akibat dugaan adanya aktivitas panen padi yang menggunakan jasa mesin Komben, mesin Rontog, dan pengendara ojek pengangkut padi hasil panen.
Akibat licinnya ceceran tanah yang diguyur air hujan, jalan poros Desa Lemahabang-Lemahmukti tersebut, diduga telah memakan korban nyawa salah seorang warga Dusun Pulogebang Desa Purwajaya Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Jumat (1/12), sekira pukul 17.30 WIB.

Keterangan Gambar 2: Laka Lantas Di Jalan Poros Desa Lemahabang-Lemahmukti
Belum lagi, jalan poros Desa Pulokalapa-Pulojaya pun memakan korban seorang warga Desa Pulokalapa, yang beberapa waktu lalu melintas jalan yang penuh ceceran tanah sawah yang sengaja dibiarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Sehingga, menyebabkan korban mengalami laka lantas terjatuh akibat roda sepeda motor yang dikendarainya tergelincir tanah licin yang berceceran di jalan poros Desa tersebut. Beruntung, laka lantas tersebut tidak menyebabkan hilangnya nyawa pengendara.
Menanggapi kejadian tersebut, H. Damung, selaku Kades Lemahmukti, memberikan tanggapannya.
“Kepada pelaku jasa Komben, mesin Rontog, dan ojek pengangkut padi, mohon untuk memperhatikan lingkungan jalan yang digunakan agar tanah yang terbawa oleh mereka yang kemudian berceceran di jalan harus dibersihkan. Karena, tanah itu kalau terguyur hujan akan menjadi licin, sehingga membahayakan para pengguna jalan,” ujarnya, kepada media dutapublik.com, pada Sabtu (2/12).

Keterangan Gambar 3: Laka Lantas Di Jalan Poros Desa Pulokalapa-Pulojaya
Senada, Popon Patmawati, selaku Kades Pulokalapa, menyayangkan sikap oknum terkait yang melalaikan ceceran tanah di jalanan.
“Jangan hanya melakukan aktivitas usahanya saja. Tetapi harus memperhatikan dampak tanah yang berceceran di jalan yang dapat mengganggu keselamatan pengendara. Sudah ada korban loh, yang hilang nyawa dan juga korban luka-luka,” tuturnya.
Sementara, Kanit Patroli Polsek Lemahabang Bripka Yuli Roy, mewakili Kapolsek Iptu Gulipar, S.H., mengimbau agar para pelaku jasa mesin Komben, mesin Rontog, dan ojek pengangkut padi, agar peduli dari dampak aktivitas yang ditimbulkan.
“Jadi, saya selaku Kanit Patroli Polsek Lemahabang mewakili Pak Kapolsek, mengimbau pemilik atau pelaku jasa mesin Komben, mesin Rontog, atau ojek pengangkut padi agar memperhatikan tanah yang berjatuhan di jalan segera dibersihkan. Mengingat, saat ini musim hujan, apabila tidak dibersihkan mengakibatkan jalan licin yang membahayakan pengendara yang sedang melintasi jalan tersebut,” imbaunya. (Nendi Wirasasmita)





