dutapublik.com, MADINA – Proyek rehab dan renovasi ruang kelas MAN 1 Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal menjadi perbincangan publik, lantaran menuai sorotan dari berbagai media di Mandailing Natal.
Pasalnya proyek dengan nama kegiatan rehabilitasi dan renovasi madrasah Sumatera Utara I yang menghabiskan anggaran APBN senilai lebih dari 4 Milyar, berdasarkan nomor kontrak: HK.02.03-Cb2/SPK/ PPK PS WIL.1 MADRASAH-I/05 melalui penyedia jasa PT. UNO TANOH SEURAMO.
Sampai saat ini terpantau proyek yang baru saja dikerjakan pada pertengahan bulan Januari, yakni 4 bulan setelah penandatanganan kontrak baru dikerjakan.
Dikutip informasi pada Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Utara pada link HTTP://Instagram.com/PUPR, PUPR Pemukiman Sumut Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) SUMATERA UTARA melaksanakan penandatanganan kontrak paket kegiatan rehabilitasi dan renovasi madrasah Sumatera Utara I dan II pada Selasa (12/9/2023), di kantor BPPW Sumatera Utara Jl. Sisingamangaraja Medan.
Berdasarkan informasi di lapangan saat dijumpai lembaga KPK RI dan awak media diketahui pekerjaan proyek ini sudah mendapat SP 1 dan SP 2.
Konsultan pengawas menyampaikan perusahaan kontraktor pelaksana sudah diberi 2 kali surat peringatan (SP) karena keterlambatan pekerjaan.
Kepala pelaksana lapangan juga mengungkapkan untuk masalah tender pihaknya tidak mengetahui karena hanya kapasitas sebagai pekerja.
Di waktu terpisah pihak media mengkonfirmasi melalui telepon selular via WhatsApp, dengan lantang pihak kontraktor diketahui inisial Ali menjawab, “mau menghentikan kerja mereka? abang darimana? PU atau konsultan? Kalau merusuhi.. rusuhilah.. biar kupanggil Polres datang.”
Tak hanya itu oknum ini juga diduga mengancam pihak media. “Mau merusuhi jangan disitu? Mau kau apa, maksud kau datang ke situ ngapain, mau audit? Silahkan, staf saya ada disitu, audit apa yang mau diaudit, main pun jadilah, siapa kali rupanya kau,” ujar Ali dengan nada ngegas sambil mengancam.
Selanjutnya awak media hendak meminta konfirmasi ke Kepala MAN 1 Panyabungan namun ia tidak berada di tempat dan sedang keluar.
Atas kekisruhan yang terjadi awak media yang sedang meliput kegiatan proyek tersebut, para lembaga dan media sedang menyusuri dan menginvestigasi yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan laporan ke Polres Mandailing Natal. (tim)





