dutapublik.com, MADINA – Kepala Desa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai resah akibat banyaknya titipan yang masuk tahun 2024 ini, ada sebanyak 12 item titipan yang diduga hanya akal akalan sejumlah oknum untuk menggerogoti Dana Desa.
Diantara 12 item itu yang paling menonjol ialah kegiatan ketahanan pangan pengadaan bibit kelapa pandan wangi.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tamperak Madina menyoroti banyaknya titipan yang masuk ke desa Desa di Madina, terlepas dari urgensi titipan tersebut yang diduga hanya menggerogoti dana desa.
Ketika melaksanakan investigasi di salah satu Desa di Kecamatan Siabu, salah satu Kepala Desa yang dijumpai mengaku resah akibat dari banyaknya titipan yang masuk. “Ada sebanyak 12 item titipan yang dimasukkan kedalam program dana desa,” ucapnya, Sabtu (28/9/2024).
Selain itu menurut pengakuan dari Kades yang tidak mau disebutkan namanya itu menambahkan titipan ini berasal dari atas (Dinas PMD), hal ini senada dengan pengakuan dari beberapa Kepala Desa di Kecamatan Siabu.
Ketua LSM Tamperak Madina M. Yakub Lubis menyebutkan SEjumlah kepala desa yang dijumpai mengaku resah akibat banyaknya titipan. Hal ini tampak dalam MusDes di Desa dimana ada sejumlah oknum oknum yang ingin menggerogoti dana desa.
“Sebagai salah satu fungsi dari LSM yaitu menjadi sosial kontrol, Ketua LSM Tamperak meminta kepada para Kepala Desa untuk tidak takut melapor atas adanya titipan dari sejumlah oknum oknum yang diduga hanya ingin menggerogoti dana desa,” sebutnya.
Diketahui Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Desa diberikan kewenangan untuk mengatur dan mengurus kewenangannya sesuai dengan kebutuhan dan prioritas Desa. Hal itu berarti Dana Desa akan digunakan untuk mendanai keseluruhan kewenangan Desa sesuai dengan kebutuhan dan prioritas Dana Desa tersebut. (Tim)


