Syarikah Arco Riyadh-Arab Saudi Diduga Tampung Ratusan PMI Ilegal Timur Tengah, Di Mana Fungsi KBRI?

690

dutapublik.com, KARAWANG – Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) mempunyai beberapa hak yang harus terpenuhi, di antaranya mendapatkan pekerjaan di luar negeri sesuai dengan kompetensinya dan memperoleh akses peningkatan kapasitas diri melalui pendidikan dan pelatihan kerja.

Namun, bagi PMI ilegal Timur Tengah hak tersebut patut dipertanyakan. Pasalnya, para PMI Timur Tengah untuk pengguna perseorangan direkrut, diproses, dan diberangkatan secara ilegal. Karena, para PMI tersebut ditempatkan ke kawasan negara-negara Timur Tengah, untuk dijadikan asisten rumah tangga (ART) di tengah kondisi masih diberlakukannya Kepmenaker RI nomor 260 tahun 2015.

Para Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dalam menempatkan para PMI ilegal Timur Tengah bekerja sama dengan beberapa Syarikah di negara Negeri Unta. Salah satunya yaitu Syarikah Arco (Arco Recruitment Company) yang terletak di Al-Munsiyah kota Riyadh, Arab Saudi.

Berdasarkan pengakuan salah satu PMI ilegal Timur Tengah yang ditampung di Syarikah Arco kota Riyadh, sebut saja, Cantik, warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat, bahwa kurang lebih ada 1.000 (seribu) PMI yang ditampung.

“Ada 1.000 para TKW (PMI_red) di Syarikah Arco kota Riyadh, yang ditampung. Ada 13 orang yang dikurung, termasuk teman saya satu orang. Katanya makan dikasih, cuma gak bawa apa-apa, Hp disita, dan kalau mau salin baju diambilin, gak boleh keluar sama sekali,” ungkapnya, kepada media dutapublik.com, melalui pesan WhatsApp, pada Minggu (10/11/2024).

Keterangan Gambar 2: Bukti Konfirmasi Ke KBRI Kota Riydah, Arab Saudi

Cantik, menceritakan, bahwa saking banyaknya para PMI yang ditampung, sehingga Syarikah Arco kota Riyadh, sudah tidak layak menampung para PMI lagi.

“Masih banyak Pak. Sekarang saya dikirim lagi ke pusat. Ya Allah Pak, banyak orang di sini. Ada yang tidur di tangga, karena gak kebagian tempat tidur,” katanya.

Ditambahkannya, ketika para PMI ilegal Timur Tengah nekat kabur dan berlindung ke KBRI Riyadh, para PMI tersebut malah dikembalikan ke Syarikah oleh pihak KBRI.

“Waktu itu hari apa? Lupa saya. Ada yang kabur 22 orang, ketangkep. Terus ada yang lolos juga, kabur ke KBRI, malah dibawa ke sini lagi. Sekarang dikurung Pak. Terus kita-kita diumpetin di Syarikah Arco Qurtubah, karena tempat ini digerebek Polisi. Sekarang, kalau ngadu ke Sponsor, langsung ke Agensi, terus nyampe ke sini, Hp langsung disita. Makanya saya bingung harus gimana? Harus ngadu sama siapa?,” imbuhnya.

Sementara, pihak KBRI kota Riyadh, saat dikonfirmasi oleh media dutapublik.com melalui pesan WhatsApp di nomor pengaduan PMI +966 56 909 4526, pada Senin (11/11/2024) sekira pukul 11.02 WIB, terkait kebenaran informasi tersebut, pihak KBRI kota Riyadh tidak memberikan respon hingga berita ini dipublikasikan. (Nendi Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *