Diduga Ada Oknum Inspektorat Madina Jadi Markus LP Dumas

243

dutapublik.com, MADINA – LSM KPK RI Kabupaten Mandailing Natal yang dipimpin oleh saudara Fahrin Siregar, S.H., mempertanyakan kinerja Inspektorat Kabupaten Madina akibat belum adanya hasil pemeriksaan Inspektorat Mandailing Natal terkait laporan dumas LSM KPK RI Madina.

Maka dari itu tim LSM KPK RI melakukan pengembangan investigasi terkait dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di salah satu sekolah di Kecamatan Nagajuang yang diduga kuat telah terjadi tindak pidana penggelapan dan penipuan dana bantuan yang bersumber dari APBN.

Saat melakukan klarifikasi dengan kepala sekolah serta operator sekolah yang membagikan dana secara kolektif kepada orangtua wali murid, mereka menjelaskan bahwa laporan yang disampaikan LSM KPK RI Madina telah mereka penuhi ke Inspektorat sesuai permintaan baik administrasi maupun permintaan lainnya.

Dari jawaban yang diterima saudara Farin Siregar, S.H., selalu Ketua LSM KPK RI Mandailing Natal menghubungi salah satu Irban berinisial S.K yang menangani kasus ini. Beberapa panggilan Fahrin tidak mendapat jawaban dan sudah beberapa kali ke kantor Inspektorat hanya mendapat jawaban menunggu saja.

Di waktu yang berbeda, Fahrin juga menghubungi saudara OS, namun hanya diberikan jawaban agar bertanya dulu dengan Bapak Irban. “Dan sampai saat ini belum ada tanggapan dan jawaban Laporan Dumas kami,” tambah Fahrin.

Fahrin Siregar juga menyampaikan kepada awak media sebagai Ketua LSM KPK RI menduga ada oknum pegawai Inspektorat yang selalu menjadi markus di setiap laporan dumas masyarakat, ormas, LSM seperti LSM KPK RI Madina. “Menurut hitungan saya ada enam LP yang sudah saya sampaikan ke Inspektorat Madina hingga saat ini tidak ada hasil ataupun bukti kinerja pihak Inspektorat ini,” ungkapnya.

Fahrin Siregar dengan tegas menyampaikan bahwa ia akan membuat gugatan laporan dumas ke pihak BPK dan Kejaksaan agar setiap laporan dumas berjalan sesuai aturan hukum dan perundang undangan yang berlaku karena kinerja Inspektorat Madina tidak sesuai harapan masyarakat sebab hingga saat ini belum ada hasil pemeriksaan Inspektorat yang menjadi temuan di lapangan, sementara di lapangan banyak yang janggal.

Fahrin juga meminta kepada Bupati Mandailing Natal agar menindak para oknum pegawai Inspektorat yang nakal agar diberhentikan dari jabatannya. (tim)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *