Hujan Deras Di Hutabargot Sebabkan Runtuhnya Sejumlah Lobang PETI Ilegal, Diduga Beberapa Pekerja Tambang Jadi Korban

223

dutapublik.com, MADINA – Berdasarkan informasi yang dihimpun pada 25 Januari 2025 di Desa Hutabargot Nauli dari beberapa warga yang berprofesi sebagai pelangsir batu tambang yang tidak mau diekspos namanya bercerita tentang jatuhnya beberapa lobang akibat curah hujan yang lebat. Bahwa benar terjadinya lobang tambang berjatuhan dan tertimbun beberapa lobang akibat curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Hutabargot yang menyebabkan runtuhnya beberapa lobang tambang ilegal di lokasi tambang Hutan Lindung yang diduga telah memakan korban.

Tim investigasi media dan LSM wilayah Kabupaten Mandailing Natal masih menelusuri atas informasi ini dimana diduga kuat ada beberapa pekerja tambang PETI ilegal yang tertimbun tanah di dalam lobang tambang.

Beberapa orang diduga masih di dalam lobang dan 1 orang diantaranya sudah dapat dibawa memakai tandu untuk dipulangkan.

Selanjutnya awak media mencoba mengkonfirmasi dugaan kejadian memilukan ini kepada Kades setempat dan Camat Hutabargot via WhatsApp, namun mereka enggan menjawab hingga berita ini ditayangkan.

Sementara itu Ketua DPC Trisakti Madina Dedi Saputra meminta kepada Kapolda Sumut dan Kapolres Mandailing Natal agar segera melakukan penyelidikan terhadap kejadian ini agar para mafia tambang dapat mempertanggungjawabkan perbuatan mereka sebagai pelaku bisnis ilegal sebelum hal ini berlarut larut dan tidak memakan korban lagi.

“Karena hal ini akan semakin banyak masyarakat yang melakukan pengambilan batu ke dalam lobang, sementara kondisi lobang semakin parah dan rawan dan semakin mengancam para masyarakat yang masuk ke dalam lobang untuk mengambil batu tanpa pengawasan anggota pemilik lobang lagi,” pungkasnya. (tim)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *