Sekretaris Dan Bendahara Kelompok Tani Sekar Tanjung Terkesan Cuma Sekedar Pelengkap: Buku Administrasi Dipegang Oleh Mas Ayok

167

dutapublik.com, TANGGAMUS – Bendahara dan Sekretaris Kelompok Tani Sekar Tanjung, Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung diduga hanya sekedar pelengkap KSB dan diduga semua administrasi dikuasai Sunaryo selaku Ketua.

Pasalnya Bendahara Kelompok Tani Sekar Tanjung, Ratman, saat dikonfirmasi awak media dutapublik di rumahnya, tidak bisa menjelaskan terkait setoran 30% ke kas Kelompok Tani, hal itu disampaikan pada Selasa (28/1/2025) sekitar pukul 17.30 sore.

Ratman mengatakan kalau ia hanya tau baru ada 3 orang anggota Kelompok Tani Sekar Tanjung yang komitmen, atau yang setor 30% adapun yang lain itu hanya bentuk sukarela kepada kelompok.

“Kemudian kalau pun anggota kelompok setor 30% itu bukan sama saya mereka langsung ke Ketua Pak Ayok dan saya cuma tau karena diceritain sama ketua.
Kalau untuk administrasi memang ada buku administrasi tapi saya sebagai bendahara gak pegang buku catatan yang pegang buku catatan itu ada sama ketua karena beliau yang pegang buku nya,” ujar Ratman.

“Jadi saya gak paham siapa-siapa yang sudah setor dan saya juga tidak selalu aktif di kelompok, memang benar setiap tahun ada laporan ke dinas, Mas Ayok tetap buatin.”

Saat disinggung terkait sapi pejantan, Ratman menjelaskan sapi pejantan ada sama Dedi tapi kalau yang satunya ia mengaku tidak tau sama siapa. Ratman juga mengaku ada peremajaan sapi yang penting sapinya tidak hilang.

“Adapun jumlah sapi bantuan itu kalau gak salah 22 ekor sapi betina 20 ekor sapi jantan 2 ekor dan sekarang tersisa 16 ekor, saya juga gak paham siapa siapa aja yang memelihara sapi sapi tersebut karena saya gak keliling yang rajin keliling ya Mas Ayok,” jelasnya.

“Yang pasti memang aturan nya 70% 30% setau saya baru ada tiga yang setor 30% kalau yang lain saya gak tau, kalaupun anggota kita setor itu bukan sama saya langsung ke Ketua Mas Ayok, buku catatannya juga sama mas Ayok bukan sama saya, saya gak pegang buku. Intinya selama ini saya cuma tau ada tiga anggota kelompok yang setor 30% selain dari orang tiga itu ada yang ngasih sifatnya sukarela kita juga gak enak sama anggota, kalau mau lebih jelasnya silahkan tanya langsung sama mas Ayok,” bebernya.

Saat ditanya bahwa ada salah satu anggota Kelompok Tani Sekar Tanjung yang baru beberapa bulan ini setor 1 ekor sapi ke kelompok, Ratman selaku Bendahara justru kaget. “Waduh justru saya belum tau informasinya kalau ada anggota kelompok yang setor satu ekor sapi, mungkin karena kita sudah gak pernah lagi adakan pertemuan kelompok dan saya juga udah jarang ketemu Mas Ayok,” pungkasnya.

Sementara Sekretaris Kelompok Tani Sekar Tanjung, Agus, saat di hubungi awak media dutapublik via sambungan WhatsApp mengatakan ia tidak bisa memberi keterangan karena ia sudah tidak tinggal lagi di Tanjung Anom dan itu sudah ia serahkan semua sama Ketua Sunaryo. “Silahkan tanya langsung sama Mas Ayok,” tutup Agus.

Jika sekelas Bendahara tak pegang buku administrasi di kelompok itu sendiri, bagaimana dengan pernyataan yang disampaikan oleh Dedi kalau anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga kelompok tidak bisa diceritakan pada orang yang bukan bagian dari kelompok itu sendiri.

Lalu seperti apakah AD ART kelompok Tani Sekar Tanjung kenapa ada bahasa yang disampaikan Dedi saat ditanya wartawan dengan dalih pesan Pak Ayok, kalau untuk Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga AD ART kelompok jangan diceritakan sama orang di luar dari anggota. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *