Bank Indonesia Sulut Dorong Swasembada Pangan Di Minahasa

203

dutapublik.com, MINAHASA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus mendorong terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten Minahasa dan sekitarnya. Langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membantu petani agar dapat meningkatkan produktivitas mereka.

Sejalan dengan tujuan tersebut, Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karapita di Desa Wolaang, Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, pada acara yang digelar kemarin.

Peran Strategis Sulawesi Utara dalam Swasembada Pangan

Perwakilan Bank Indonesia menyampaikan bahwa Provinsi Sulawesi Utara memiliki peran strategis dalam implementasi program swasembada pangan, mengingat sektor pertanian merupakan salah satu pilar utama dalam menopang perekonomian daerah.

“Provinsi Sulawesi Utara kami pandang memiliki peran strategis dalam mengimplementasikan program swasembada pangan, mengingat besarnya kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah,” ujar perwakilan BI.

Bank Indonesia juga melihat bahwa Gapoktan Karapita memiliki potensi besar untuk berkembang, mengingat kepemilikan lahan yang luas serta jumlah anggota yang cukup signifikan. Oleh karena itu, BI menilai bantuan yang diberikan sangat layak dan tepat sasaran.

Bantuan Berkelanjutan untuk Gapoktan Karapita

Diketahui, bantuan dari BI kepada Gapoktan Karapita bukanlah yang pertama. Dua tahun lalu, kelompok tani ini juga telah menerima berbagai jenis alat pertanian dari BI, termasuk:

Tahun 2023: 2 unit hand tractor dan 4 pompa air.

Tahun 2024: 12 unit hand tractor, 6 kendaraan roda tiga (Viar), serta 12 unit pemotong rumput.

Dalam kesempatan ini, Prasmuko, perwakilan dari Bank Indonesia, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini dilakukan secara selektif dan bukan sekadar formalitas.

“Bank Indonesia tidak bisa sembarangan dalam menyalurkan bantuan. Kami harus yakin bahwa bantuan ini benar-benar digunakan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Karapita, Youce Manoppo, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Dengan dukungan tersebut, ia dan para anggota kelompok tani berkomitmen untuk meningkatkan hasil produksi di lahan mereka yang mencapai 290 hektare.

“Saat ini, hasil produksi padi sawah kami rata-rata mencapai 5-6 ton per hektare. Dengan adanya bantuan ini, kami berharap hasil panen bisa lebih meningkat lagi,” imbuh Youce.

Gapoktan Karapita sendiri telah berdiri sejak tahun 2011 dan kini memiliki hampir 300 anggota. Para petani yang tergabung dalam kelompok ini berharap Bank Indonesia terus memberikan perhatian terhadap sektor pertanian agar produksi pangan semakin meningkat.

Dukungan Pemerintah Daerah untuk Petani Minahasa

Dalam kesempatan yang sama, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten (Sekdakab) Minahasa, Arodi Tangkere, yang mewakili Penjabat Bupati Minahasa, mengapresiasi langkah Bank Indonesia dalam mendukung sektor pertanian di daerah tersebut.

Tangkere menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong para petani untuk meningkatkan produksi padi di Minahasa.

“Kami akan terus mendorong kelompok tani agar tetap eksis dalam menggali berbagai potensi pertanian di Minahasa. Daerah ini dianugerahi lahan yang subur, bahkan hasil pertanian dari Minahasa menjadi salah satu pemasok utama untuk beberapa wilayah di Sulut,” ungkapnya.

Namun, ia juga mengungkapkan bahwa masih terdapat beberapa lahan di Minahasa yang belum digarap oleh petani. Oleh karena itu, ia berharap keberhasilan Gapoktan Karapita bisa menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya.

“Paling tidak, apa yang telah dilakukan oleh kelompok tani ini bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi kelompok tani lain di daerah lain,” tambahnya.

Kehadiran Pejabat dan Tokoh Penting dalam Acara

Acara penyerahan bantuan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya:

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Dharmawan TB Hutabarat

Reynold Asri

Camat Langowan Timur, Ir. Isye Liby Supit

Hukum Tua Desa Wolaan, Audy Wongkar

Para anggota Gapoktan Karapita Langowan

Diharapkan, program ini dapat terus berlanjut agar sektor pertanian di Minahasa semakin maju dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan di Sulawesi Utara. (Effendy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *