Sejarah Lahirnya Korps Baret Merah KOPASSUS

196

dutapublik.com, JAKARTA – Komando Pasukan Khusus (Kopassus) berulang tahun ke-73 pada hari ini, Rabu (16/4/2025). Dilansir dari laman resmi Kopassus, Kopassus yang juga disebut Korps Baret Merah mencatatkan sejarah panjang di balik pembentukannya sejak 1950.

Sejarah kelahiran Kopassus sebagai satuan tidak terlepas dari rangkaian bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Pelopor Kopassus Pada Juli 1950, timbul pemberontakan di Maluku oleh kelompok yang menamakan dirinya Republik Maluku Selatan (RMS).

Operasi ini dipimpin langsung oleh Panglima Tentara Teritorium III Kolonel AE. Kawilarang. Sementara Letkol Slamet Riyadi ditunjuk sebagai Komandan Operasi.
Operasi ini berhasil menumpas gerakan pemberontakan, tetapi tidak sedikit pula korban dari pihak TNI.

Peristiwa inilah yang akhirnya mendasari Letkol Slamet Riyadi untuk memelopori pembentukan suatu satuan pemukul.

Satuan tersebut diharapkan dapat digerakkan secara cepat dan tepat untuk menghadapi berbagai sasaran di medan yang bagaimanapun beratnya.

Namun, cita-cita Letkol Slamet Riyadi itu tidak dapat diwujudkan karena ia gugur pada salah satu pertempuran di sekitar Kota Ambon.

Cita-cita luhur ini kemudian dilanjutkan oleh Kolonel AE Kawilarang (putraminahasa)
Hingga akhirnya, lewat Instruksi Panglima Tentara dan Teritorial (TT) III No 55/Inst/PDS/52 tanggal 16 April 1952, terbentuklah Kesatuan Komando Teritorium III yang merupakan cikal bakal “Korps Baret Merah” atau Kopassus.

Komandan Kopassus Pertama Komandan pertama dipercayakan kepada Mayor Mochammad Idjon Djanbi, mantan Kapten KNIL, tentara Kerajaan Belanda yang pernah bergabung dengan Korps Special Troopen dan pernah bertempur dalam Perang Dunia II.

Sebagaimana diberitakan Harian Kompas, tanggal, 7 April 2002, pendidikan komando angkatan pertama dibuka pada tanggal, 1 Juli 1952 di Batujajar dengan diikuti 400 siswa.
Instruktur utama pasukan tersebut juga dipercayakan kepada Mayor Idjon.

Enam Kali Berganti Nama Dalam perjalanan selanjutnya, satuan ini beberapa kali mengalami perubahan nama, di antaranya Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD) pada 1953.

Kemudian, Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) pada 1952.
Sampai 1999 Termasuk Veteran Seroja Pada 1955, berubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dan
Pada 1966, satuan ini kembali berganti nama menjadi Pusat Pasukan Khusus TNI AD (Puspassus) TNI AD.

Selanjutnya, pada 1971, nama satuan tersebut berganti menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha). Kemudian, pada 1985, berganti nama lagi menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) sampai sekarang.

Dirgahayu ke 73 Korps Baret Merah KOPASSUS, Pengabdian Tanpa Batas, Komando. (Effendy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *