dutapublik.com, MADINA – Pelayanan akademik di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal kembali menjadi sorotan. Sejumlah mahasiswa mengeluhkan keterlambatan penerbitan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan Sertifikat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru tahun ajaran 2024/2025.
Aliansi Mahasiswa Peduli STAIN Mandailing Natal (AMP Madina) menyayangkan lambannya respons pihak kampus terhadap kebutuhan administratif dasar tersebut.
“KTM dan sertifikat PBAK sangat penting bagi mahasiswa, baik untuk keperluan akademik maupun non-akademik. Sebagai institusi pendidikan tinggi Islam negeri (PTKIN), kampus semestinya lebih profesional dalam pelayanan,” ujar Ahmad Rinaldi, Ketua AMP Madina, kepada wartawan, Minggu (14/7/2025).
AMP Madina juga menyoroti kurangnya kesiapan kampus dalam mengelola administrasi mahasiswa baru sejak proses penerimaan pada Agustus 2024. Padahal, STAIN Madina merupakan satu-satunya kampus PTKIN di Kabupaten Mandailing Natal yang diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh mahasiswa.
“Sangat disayangkan, mahasiswa yang resmi terdaftar belum juga menerima identitas dasar sebagai mahasiswa. Kami mendesak pihak kampus memberikan klarifikasi terbuka terkait keterlambatan ini,” tegas Rinaldi.
Menjelang penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2025/2026, AMP Madina menyatakan akan terus mengawal persoalan-persoalan yang menyangkut hak dan pelayanan mahasiswa.
“Kami berkomitmen untuk terus mengawal dan menyuarakan aspirasi mahasiswa demi perbaikan mutu layanan di STAIN Madina,” pungkas Rinaldi. (S.N)


