dutapublik.com, GARUT – Pesta pernikahan mewah Wakil Bupati Garut, drg. Putri Karlina, dengan Maula Akbar (putra sulung Gubernur Jawa Barat) pada Jumat, 18 Juli 2025, berakhir tragis.
Acara yang digelar megah di Pendopo Garut itu dihadiri oleh pejabat Pemkab Garut, pejabat Pemprov Jawa Barat, hingga beberapa menteri. Ribuan warga tumpah ruah memadati lokasi untuk melihat langsung kemeriahan pesta rakyat tersebut.
Namun, antusiasme berubah menjadi kepanikan setelah terjadi desak-desakan yang menewaskan tiga orang dan menyebabkan 23 warga lainnya luka ringan.
Identitas Korban Meninggal Dunia
1. Cecep Saepul Bahri, S.H.
Tempat/Tanggal Lahir: Majalengka, 10 November 1986
Jenis Kelamin: Laki-laki
Alamat: Perum Guntur Residen GR 24 RT 03 RW 17, Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut
Pekerjaan: Anggota Polri
Pangkat/Jabatan: Bripka, Bhabinkamtibmas Polsek Karangpawitan, Polres Garut
2. Vania Apriliani
Tempat/Tanggal Lahir: Garut, 9 April 2017
Jenis Kelamin: Perempuan
Alamat: Kampung Sindangheula RT 02 RW 03, Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut
3. Dewi Jubaedah
Tempat/Tanggal Lahir: Garut, 10 Februari 1964
Jenis Kelamin: Perempuan
Alamat: Bumi Citra Abi Negara, Kampung Tagog RT 003 RW 001, Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut
Korban Luka Ringan dan Pingsan
Berikut sebagian identitas korban luka ringan dan pingsan yang berhasil dihimpun:
1. Ate Hasanah (65), Kampung Kaum Bojong Salam, Banyuresmi
2. Safira (14), siswi SMPN 4 Garut, Ciwalen
3. Yati Haryati (56), Gunung Payung, Garut Kota
4. Mimi (56), Sukapadang
5. Aris Krisdiana (48), Bojong Kaler, Bandung
6. Nenih, Cisurupan
7. Idah, Panunggangan
8. Iis Ismayati, Jl. Kemuning
9. Tasya Aulia, Cipanas
10. Sifa Fauziah, Genteng
11. Ian (33), pekerja katering, Pataruman
12. Zahra (14), Bayongbong
13. Sutisna (66), Bandung
14. Onyas (45), Sadang, Sucinaraja
Petugas medis dan aparat keamanan langsung mengevakuasi para korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Pada pukul 15.00 WIB, seluruh pintu masuk Pendopo Garut ditutup, dan area kegiatan disterilkan dari warga untuk mencegah kerumunan tambahan.
Pihak panitia dan aparat kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti desak-desakan tersebut. Namun, peristiwa ini menjadi tamparan keras di tengah euforia pesta rakyat yang seharusnya menjadi momen bahagia. (MDP)


