dutapublik.com, GARUT – Pernyataan Dedi Mulyadi soal “makan sepuasnya” dalam hajatan pernikahan putranya kini menuai sorotan. Sebuah video di kanal YouTube dan TikTok memperlihatkan Dedi Mulyadi dengan santai mengajak warga untuk datang ke hajatan dan menikmati jamuan secara cuma-cuma.
Dalam video itu, Dedi terdengar berkata kepada putranya, Maula: “Jadi untuk warga dilaksanakan tanggal 18. Jadi tanggal 18 warga boleh datang ke lapangan, makan sepuasnya, nonton sepuasnya, tertawa sepuasnya.”
Namun setelah insiden tragis dalam acara makan gratis yang menyebabkan korban jiwa, Dedi mengeluarkan bantahan berbeda di sejumlah media. Ia menegaskan tidak pernah mengetahui ada acara makan gratis siang hari.
“Saya hanya memahami bahwa nanti malam itu ada acara kegiatan saya bertemu warga dalam bentuk pentas seni. Saya tidak tahu bahwa ada acara syukuran bersama warga, kemudian warga diundang makan bersama. Yang jam 13 itu tidak ada dalam agenda saya,” kata Dedi dikutip dari NTVNews.
Aktivis Karawang Tatang Obet angkat bicara tajam menanggapi perubahan pernyataan Dedi Mulyadi. Menurutnya, setiap ucapan pejabat publik harus bisa dipertanggungjawabkan.
“Seorang pemimpin ucapannya harus dipertanggung jawabkan, jangan asal ucap (asal ngomong). Kalau memang tidak mau dikritik oleh aktivis maupun masyarakat lewat media massa, jangan mau jadi pejabat publik,” tegas Tatang Obet.
Obet juga meminta Dedi Mulyadi lebih berhati-hati dalam menyampaikan janji di depan publik agar tidak menimbulkan persepsi yang membingungkan masyarakat. (Uya)





