dutapublik.com, MADINA – Komando Distrik Militer (Kodim) 0212/Tapanuli Selatan (Tapsel) yang dipimpin langsung oleh Dandim 0212/TS, Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E., M.M., bersama aparat terkait dan masyarakat setempat, melaksanakan patroli penertiban kawasan hutan dan berhasil menemukan ladang ganja seluas 3 hektare di kawasan Perbukitan Tor Sihite, Desa Rao-rao Dolok, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, pada Selasa, 29 Juli 2025.
Ladang ganja yang ditemukan tersebut berisi sekitar 30.000 batang ganja dengan usia tanam bervariasi antara 3 hingga 5 bulan. Seluruh tanaman ganja tersebut langsung dimusnahkan di lokasi oleh tim patroli, dengan cara dicabut dan dibakar.
Menurut Letkol Delli Yudha, penemuan ini berawal dari patroli pemadaman kebakaran hutan oleh Babinsa Koramil 14/KTN seminggu sebelumnya. Saat itu, Babinsa menerima laporan dari warga tentang aktivitas mencurigakan orang tak dikenal yang keluar-masuk kawasan perbukitan Tor Sihite, yang diduga tengah menanam ganja.
“Menindaklanjuti laporan tersebut, Babinsa dan Unit Intel Kodim segera melakukan pengintaian dan melaporkan hasilnya. Setelah melalui perencanaan yang matang, Kodim 0212/TS bersama unsur terkait dan masyarakat lokal melaksanakan operasi gabungan dengan menyusuri perbukitan Tor Sihite di ketinggian 950 meter di atas permukaan laut. Perjalanan memakan waktu sekitar 4 jam sebelum akhirnya kami menemukan ladang ganja seluas 3 hektare,” ujar Letkol Delli kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa kawasan tersebut bukan pertama kalinya digunakan untuk menanam ganja oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan berkelanjutan guna mencegah kawasan pedalaman kembali dijadikan tempat budidaya tanaman terlarang.
“Pemberantasan narkoba merupakan salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo. Tujuannya adalah melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba, termasuk ganja. Kami juga mengimbau masyarakat agar menanam tanaman produktif yang sah secara hukum dan bermanfaat secara ekonomi,” tegas perwira lulusan Akmil 2004 itu. (S.N)


