dutapublik.com – KARAWANG FAD (Ferry Alexi Dharmawan) CEO Alexa Foundation dan Ketum RTC (Relawan Teh Celli) mengaku prihatin dengan meledaknya kasus Covid-19 di Karawang pasca terdeteksinya varian Covid-19 berjenis delta yang berasal dari India.
Kejadian yang mulai muncul selama seminggu terakhir berdampak pada sulitnya masyarakat mendapatkan pelayanan rumah sakit karena okupansi tempat tidur rumah sakit yang selalu hampir penuh.
“Kami sudah seperti Call Center Kabupaten, masyarakat yang kesulitan mendapatkan RS bergantian menghubungi kami hampir 24 jam sehari. Kondisi rata-rata RS fullbed, baik di kamar perawatan maupun IGD,” ujar FAD, Rabu (23/6).
Kata FAD, karena penuhnya kapasitas rumah sakit membuat ambulance yang membawa pasien Covid-19 hanya muter-muter di jalan karena susahnya mendapat rumah sakit yang sedang kosong.
“Ambulance yang lewat di jalan itu belum tentu jelas bakal dibawa kemana pasiennya, seringkali mereka masih upaya cari RS yang masih ada bed,” ujarnya.
“Untuk pasien yang kritis gejala berat, cara terakhir yang kami tempuh adalah memarkirkan ambulance atau mobil di parkiran dekat IGD lalu meminta tolong kepada RS untuk memeriksa di mobil, ala-ala drive thru, yang penting bisa ditangani dulu, sambil antri nunggu bed IGD,” terangnya.
Apalagi kata FAD, kondisi seperti ini malah tambah memprihatinkan, karena sebagian besar tenaga kesehatan di RS sudah mulai tumbang kena Covid-19 dan sebagian lain sedang isoman. (uya)





