Komandan Madina Demo Dinas Perkim dan Kantor Bupati, Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Proyek Jalan Lingkungan

127

dutapublik.com, MADINA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komandan Madina kembali menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Perkim dan Pertanahan Kabupaten Mandailing Natal pada Jumat, 12 September 2025. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terkait pembangunan jalan lingkungan dan drainase di Kelurahan Panyabungan III Tahun Anggaran 2025, yang dilaksanakan oleh CV Bejana Utama.

Ketua Umum Komandan Madina, Robi Nasution, menyampaikan dalam orasinya bahwa pihaknya menduga kuat pembangunan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

“Berdasarkan informasi dan hasil investigasi yang dilakukan tim Komandan Madina, pembangunan jalan lingkungan dan drainase tersebut kami duga kuat tidak sesuai spesifikasi. Salah satunya tidak ada papan informasi serta paving block yang digunakan tidak jelas kualitasnya. Hal ini jelas tidak sesuai aturan dan berpotensi merugikan keuangan negara,” tegas Robi.

Robi yang juga bertindak sebagai koordinator aksi menambahkan, “Kami menduga ada kelalaian dari Kadis maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam melakukan pengawasan. Bahkan tidak menutup kemungkinan adanya dugaan permufakatan jahat demi meraup keuntungan besar dari proyek tersebut.”

Sebagai mahasiswa Pascasarjana UIN Sumatera Utara, Robi menekankan bahwa aksi ini lahir dari keprihatinan mendalam. “Hasil investigasi kami menunjukkan pembangunan jauh dari kata layak dan terkesan asal jadi. Karena itu, kami menyampaikan aspirasi langsung ke Kantor Dinas Perkim sebagai bentuk kepedulian agar pembangunan di daerah ini bisa lebih baik,” ujarnya.

Tak lama setelah aksi dimulai, Kepala Dinas Perkim Madina, Rully Andri, dan PPK, Winda Tanjung, datang menemui massa aksi.

“Terima kasih kepada Komandan Madina. Papan informasi sudah pernah kami pasang, namun dirusak orang. Besok sudah saya perintahkan untuk dipasang kembali. Soal sertifikat hasil uji paving block, silakan langsung ke PPK,” kata Rully.

Winda Tanjung menambahkan, “Untuk sertifikat hasil uji, berikan kami waktu untuk menjadwalkan ulang agar bisa ditunjukkan kepada mahasiswa.”

Namun, pernyataan itu dipertanyakan kembali oleh mahasiswa. Robi menegaskan, “Apakah semua paving block yang digunakan sudah diuji di laboratorium sesuai aturan? Kami tidak menolak sertifikat, tapi pengalaman menunjukkan sertifikat sering hanya formalitas. Karena itu, kami akan membawa sampel paving block ke laboratorium independen. Jika hasilnya tidak sesuai spesifikasi, kami akan mendorong Inspektorat dan melaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH).”

Usai aksi di Dinas Perkim, massa bergerak ke Kantor Bupati Madina untuk menyampaikan aspirasi. Di sana, Sekda Madina, Sahnan Pasaribu, hadir mewakili Bupati yang sedang bertugas ke Medan.

“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang terus menyampaikan aspirasi. Bapak Bupati menitip salam dan sebenarnya ingin berdialog langsung, namun karena ada agenda di luar kota, saya mewakili. Aspirasi ini tentu akan kami sampaikan kepada Bapak Bupati,” kata Sahnan.

Adapun pernyataan sikap Komandan Madina, antara lain:

1. Mendesak Kadis, PPK, dan pimpinan CV Bejana Utama untuk menunjukkan sertifikat atau Laporan Hasil Uji (LHU) paving block dari laboratorium independen terakreditasi KAN, serta dokumen kontrak kerja dan syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan.

2. Meminta Bupati Madina memberi perhatian khusus terhadap pembangunan jalan lingkungan dan drainase di Kelurahan Panyabungan III Tahun Anggaran 2025 yang diduga tidak sesuai spesifikasi.

3. Mendorong Bupati Madina melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dinas Perkim dan Pertanahan, termasuk Kadis, Kabid terkait, PPK, serta pihak-pihak yang terlibat, karena dinilai kurang profesional dalam pengawasan proyek.

4. Meminta Bupati menginstruksikan Inspektorat Madina melakukan audit khusus atau pemeriksaan khusus (riksus) untuk memastikan kualitas material sesuai kontrak, sekaligus mencegah kerugian negara serta dugaan praktik monopoli yang melanggar aturan.

Komandan Madina menegaskan akan terus memantau pelaksanaan pembangunan tersebut agar sesuai ketentuan dan demi terwujudnya pembangunan daerah yang lebih baik. (S.N)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *