IMA Madina Pekanbaru Desak Kapolres Mandailing Natal Copot Kapolsek Muara Batang Gadis

73

dutapublik.com, PEKANBARU – Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Pekanbaru menyoroti keras peristiwa amukan massa yang berujung pada perusakan dan pembakaran Markas Polsek Muara Batang Gadis, serta hangusnya satu unit mobil dinas. Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal.

Ketua IMA Madina Pekanbaru, Gusti Pardamean Nasution, menilai insiden itu tidak dapat dipandang semata-mata sebagai tindakan anarkis dan perusakan fasilitas negara. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap lemahnya penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan peredaran narkoba yang telah lama meresahkan warga Muara Batang Gadis.

“Peristiwa ini adalah alarm keras runtuhnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum di tingkat bawah. Lepasnya terduga pengedar narkoba yang sebelumnya ditangkap warga menjadi pemicu utama kemarahan masyarakat,” tegas Gusti.

Ia menilai maraknya peredaran narkoba di wilayah Muara Batang Gadis menunjukkan kegagalan kepemimpinan serta lemahnya kontrol dan pengawasan di wilayah hukum Polsek Muara Batang Gadis. Oleh karena itu, IMA Madina Pekanbaru mendesak Kapolres Mandailing Natal untuk segera mencopot Kapolsek Muara Batang Gadis karena dinilai tidak mampu mengatasi persoalan serius peredaran narkoba di wilayah tersebut.

“Jika masyarakat sampai bertindak sejauh ini, maka jelas ada yang salah dalam sistem penegakan hukum di lapangan. Kapolsek Muara Batang Gadis harus dicopot demi memulihkan kepercayaan publik serta menjaga marwah institusi kepolisian,” ujar Gusti.

Ia menambahkan bahwa narkoba merupakan musuh bersama yang telah merusak sendi-sendi sosial dan mengancam masa depan generasi muda Mandailing Natal. Ketika masyarakat berani menangkap pelaku dan menyerahkannya kepada aparat, seharusnya proses hukum berjalan tegas, adil, dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ketika harapan masyarakat akan keadilan justru dikhianati oleh dugaan pelepasan pelaku, maka wajar jika kemarahan muncul. Namun, kondisi ini tidak boleh terus berulang. Kapolres harus mengambil langkah tegas,” lanjutnya.

IMA Madina Pekanbaru juga mendesak Polres Mandailing Natal untuk segera memberikan klarifikasi terbuka dan objektif kepada publik, serta melakukan evaluasi internal secara menyeluruh guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

“Penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan adalah kunci utama mencegah konflik sosial. Kapolres Mandailing Natal harus berani mengambil keputusan tegas demi kepentingan masyarakat luas,” tutupnya. (S.N)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *