SPPG Khusus Langowan Distribusikan 3.512 Porsi Makan Bergizi Gratis Untuk Siswa di Minahasa

495

dutapublik.com, MINAHASA – Kepala SPPG Khusus Langowan, Regina Lumingkewas, menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh SPPG Khusus Minahasa di Toraget, Langowan Utara, Kabupaten Minahasa, sejak 8 Januari 2026 hingga Rabu (28/1/2026) telah menjangkau 45 satuan pendidikan tingkat TK, SD, dan SMP.

Sebanyak 3.512 penerima manfaat telah menerima MBG, sementara untuk B3 (ibu hamil dan balita menyusui) hingga saat ini tercatat 109 penerima manfaat.

“Setiap makanan yang kita bagikan bukan hanya tentang mengisi perut, tetapi juga menanamkan harapan dan kekuatan bagi masa depan yang lebih baik,” ujar Regina Lumingkewas kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa setiap porsi yang dibagikan merupakan wujud kepedulian agar tidak ada seorang pun yang merasa terpinggirkan dalam memperoleh nutrisi yang layak.

“Pendistribusian makan bergizi gratis ini bukan sekadar memberi makanan, melainkan juga menghargai martabat setiap insan,” jelasnya.

Menurut Regina, dengan memastikan masyarakat mendapatkan makanan sehat, pemerintah turut membangun komunitas yang kuat dan penuh kasih.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga berdampak positif bagi petani, UMKM lokal, serta para pekerja, sehingga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Sampai saat ini, program makan bergizi gratis sangat membantu berbagai sektor ekonomi masyarakat,” tuturnya, sembari berharap pendistribusian MBG dapat terus berjalan dengan aman dan lancar.

Terkait pendistribusian MBG bagi para guru, Regina menyebutkan bahwa hal tersebut masih menunggu pemerataan karena saat ini pemerintah tengah membangun SPPG di wilayah 3T, yakni Palamba, Langowan Selatan.

“Saat ini baru dua SPPG yang beroperasi, yaitu SPPG Khusus Toraget Langowan dan SPPG Langowan Timur. Sementara SPPG Lowian dan SPPG Langowan Selatan masih dalam tahap pembangunan. Ini merupakan upaya pemerintah agar pendistribusian MBG berjalan lebih baik dan merata,” tandasnya.

Sebagai langkah antisipasi, nantinya akan ditunjuk satu guru PIC (Person in Charge) di setiap sekolah yang bertanggung jawab atas keluar-masuknya ompreng makanan. (Effendy)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *