Aksi Koboi Kades Banyu Urip Lampung Ajak Berantem Sekdes

486

dutapublik.com, TANGGAMUS – Kepala Desa (Pekon) Banyu Urip Santoso ajak berantem Sekdes Sutrisno selaku Ketua Panitia Pemilihan Badan Hippun Pemekonan (BHP) di Desa Banyu Urip Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus Lampung, pada Selasa (29/6).

Pemilihan BHP di Desa Banyu Urip dianggap Kepala Desa Santoso tidak sah, karena tidak mengikuti apa yang diperintahkannya, sempat ada ketegangan antara Kades Santoso dengan Panitia pembentukan BHP bahkan Santoso sempat mengeluarkan kata-kata ancaman.

“Acara pemilihan anggota BHP ini tidak sah, saya tidak mau bertanggung jawab dan saya akan membongkar aib kamu semua di depan orang banyak, saya siap tantang kamu semua Panitia, mau apa kalian, mau Gelut-gelutan ?,” kata Santoso di depan orang banyak.

Baca Juga:  Pekon Tanjung Agung Punya Destinasi Wisata Pantai Unggulan, Warga Juluki Dengan Sebutan Pantai Seribu Candi

Di tempat terpisah, Sekretaris Desa Banyu Urip Sutrisno selaku Ketua Panitia pemilihan BHP menjelaskan bahwa dirinya sudah dimandatkan oleh Kades Santoso sebagai Ketua Panitia pelaksana, tapi sayangnya Kades masih ikut campur dalam aturan pemilihan BHP.

“Kami melaksanakan pemilihan anggota BHP ini sudah ketiga kalinya, yang pertama tidak disetujui Kades, yang kedua dianggap tidak memenuhi protokol kesehatan dan yang ketiga kalinya ini mau dibatalkan juga oleh Kakon dengan banyak alasan.”

“Tapi kami dari panitia tetap melaksanakannya karena syarat-syarat sudah terpenuhi, kami undang dari Muspida juga. Jadi kami tetap lanjutkan, adapun Kades seperti itu mungkin dia ada alasan lain, gak tau kenapa,” paparnya.

Baca Juga:  Inilah Kondisi Kantor Desa Segarjaya, Sepi, Kosong Melompong Kayak Kuburan

Sementara, Mantan Kades sekaligus calon BHP Supriyanto, saat ditanya apa tujuan mencalonkan jadi anggota BHP, Ia menjelaskan, bahwa tidak ada tujuan lain melainkan untuk kemajuan dan ikut mengawasi kinerja Pemerintah Desa Banyu Urip.

“Tujuan saya nyalon BHP karena saya hanya ingin supaya Pekon Banyu Urip ini ke depan lebih maju lagi dan tidak ada tujuan tertentu. Masalah Pak Kakon seperti itu, itu haknya dia, mungkin juga lagi ada dendam sama saya karena Pilkakon kemarin, tapi kalau saya sih nggak masalah yang sudah ya sudah, saya pribadi tidak ada dendam politik,” bebernya. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *